Serang.Suara.com - Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak alias RHP kena sikat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasusnya sama seperti Lukas Enembe.
KPK menyikat Ricky Ham Pagawak untuk jalani proses hukum pidana korupsi. Bupati Mamberamo Tengah selama dua periode itu dibawa ke Jakarta.
"Senin hari ini pagi tersangka Bupati Mamberamo Tengah selama dua periode akan dibawa ke Jakarta untuk menjalani proses hukum atas dugaan tindak pidana korupsi," kata Ketua KPK Firli Bahuri di Jakarta, Minggu (19/2/2023).
Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak atas kasusnya yang menjeratnya sempat kabur ke Papua Nugini (PNG) melalui Skouw Yambe.
Terduga korupsi itu melarikan diri saat penangkapan medio Juli 2022 silam, dan kembali Februari 2023.
Informasi kembalinya Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak dari persembunyiannya Papua Nugini (PNG) terdeteksi BIN dan diketahui berada di Jayapura.
Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan apresiasi kepada semua unsur yang telah membantu proses penangkapan Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak.
"Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu KPK. Ini kerja sama antar aparat, baik KPK, Polda Papua, dan TNI. Hal ini bermakna, semua kita tuntaskan jika kita bersama bersatu bahu membahu," katanya.
Ricky Ham Pagawak merupakan Bupati Mamberamo Tengah ditangkap KPK usai melarikan diri, karena terlibat dugaan suap proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mamberamo Tengah.
Baca Juga: Cewek Ini Sayang Sama Ferdy Sambo dan Rela di Hukum Mati, Sampai Kejagung RI Ikutan Banding
Ricky Ham Pagawak ditangkap KPK di Abepuram sekira Minggu sore sekitar pukul 16.30 WIT. Setelah sebelumnya Ricky Ham Pagawak ditetapkan tersangka dan masuk daftar pencarian orang (DPO) KPK sejak 15 Juli 2022.
Bupati Mamberamo Tengah dua periode itu kemudian digiring ke Mako Brimbob Polda Papua usai penangkapan tersebut.
Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak ditangkap KPK karena terlibat suap terkait dengan proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua. [*]
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Smoke Screen: Thriller Psikologis tentang Manipulasi dan Pengkhianatan
-
Perang! Pakistan Klaim Serangannya Menewaskan 133 Tentara Afghanistan
-
25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 27 Februari 2026: Klaim Pemain OVR 117 dan Ribuan Gems Gratis
-
7 Fakta Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Mahasiswa Jelang Skripsi
-
Motorola Luncurkan Program Beta Android 17 untuk Moto Edge 2025 dan G57
-
Cara Membuka Pola HP yang Lupa, Lengkap dan Mudah Dipahami
-
Maarten Paes Bantah Jordi Cruyff Sosok Penentu Kepindahannya ke Ajax
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
Calvin Verdonk Ukir Sejarah Usai Lille Berhasil Lolos ke 16 Besar Liga Europa
-
Dwi Sasetyaningtyas Bangga Anak Berpaspor Inggris, Emang Boleh Ortu WNI Pilihkan Anak Jadi WNA?