Suara Serang - Sejumlah investasi jutaan dolar yang dilakukan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) saat ini menjadi sorotan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), karena terdapat temuan yang mencurigakan yang berpotensi merugikan negara hingga triliunan rupiah.
Menurut laporan dari Majalah Tempo dengan judul artikel 'Mengapa Proyek Terminal Gas PGN Mangkrak' edisi 22 Juli 2023, anak usaha PGN yakni PT Saka Energi Indonesia pada tahun 2012 secara resmi mengakuisisi 20 persen participating interest wilayah kerja Ketapang di Jawa Timur milik Sunny Ridge Offshore Limited senilai US$71 juta atau sekitar Rp1 triliun.
Namun, hasil pemeriksaan kepatuhan atas investasi PGN yang dirilis oleh BPK pada April lalu mencatat bahwa nilai saat ini (net present value/NPV) dari blok tersebut hanya US$10 juta—sekitar Rp150 miliar.
Penemuan ini mendorong BPK untuk melakukan investigasi mendalam terhadap audit keuangan perusahaan tersebut. Dalam laporan BPK, ditemukan bahwa terdapat pembelian yang tidak sesuai dengan uji tuntas dan mahal, yaitu sebesar US$30,5 juta.
Tambahan kelebihan pembayaran PGN terhadap wilayah kerja Fasken (Texas, Amerika Serikat) dan Pangkah (Jawa Timur) diduga mencapai US$56 juta atau sekitar Rp849 miliar.
Ada beberapa alasan yang menyebabkan akuisisi ini dianggap mencurigakan. Pertama, seharusnya perusahaan negara tidak seharusnya bertransaksi dengan perusahaan cangkang, Sunny Ridge yang terdaftar di British Virgin Islands, negara suaka pajak. Kemudian, kabar beredar bahwa perusahaan tersebut terhubung dengan sejumlah pengusaha nasional.
Para taipan tersebut diduga mencari pembeli untuk blok gas sebagai strategi keluar dari bisnis gas mereka yang terus mengalami kerugian. Informasi semacam ini tidak akan mudah tersebar jika PGN bersikap terbuka sejak awal mengenai siapa beneficial owner di balik Sunny Ridge.
Kedua, pengambilan keputusan investasi ini juga dikritik karena dinilai tidak sesuai dengan prinsip manajemen perusahaan sendiri. Dalam auditnya, BPK menemukan adanya dokumen dari PT Saka yang menyatakan setiap keputusan akuisisi yang dinilai ekonomis hanya dapat dilakukan setelah dilakukan due diligence oleh pihak eksternal.
Namun, kenyataannya, PricewaterhouseCoopers Indonesia Advisory dan Hadiputranto, Hadinoto & Partners baru menyelesaikan due diligence pada Oktober 2012. Padahal manajemen telah mengirimkan penawaran ke Sunny Ridge tiga bulan sebelumnya.
Hasil dari audit BPK menunjukkan adanya potensi kerugian bagi PGN di wilayah kerja Ketapang, Fasken, dan Pangkah yang mencapai US$ 347 juta—sekitar Rp5,2 triliun. Hal ini menimbulkan keprihatinan besar terhadap tindakan investasi yang tidak bijaksana dan potensial merugikan negara dalam skala yang sangat besar.
Berita Terkait
-
Perluas Distribusi Gas Bumi dari WK Muriah, KJG dan Band Kerja Sama Pemanfaatan Kapasitas Pipa
-
Pertandingan Seru BRI Liga 1 2023/2024: Persija Jakarta Hadapi PSS Sleman, Ricky Cawor Bertemu Mantan Pelatih Thomas Doll
-
PSSI Berencana Menguatkan Timnas Indonesia dengan Naturalisasi Pemain Keturunan Indonesia dari Liga Italia, Benarkah?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 25 Juni 2026 di Medan
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Pensiun, Apa Itu? Lionel Messi: Saya Mau Main di Piala Dunia 2030
-
Kita Bikin Romantis! Ucapan Antonela untuk Messi di Usia 39: Kami Punya Segalanya Karena Kamu
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Berapa Harga iPad Paling Murah 2026? Desain Premium, Paling Worth It Dibeli
-
Vino G Bastian, Sigi Wimala, dan Rudi Soedjarwo Bicara Arti Kasih Sayang di Film Tanah Runtuh