Suara Serang - Belum lama ini dikabarkan terjadi krisis stok beras di Kota Serang, Banten dan diduga berisiko ancaman impor dan perlu upaya penyelamatan.
Hal itu diterangkan Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Serang, Siswati. Ia menuturkan terkait krisis stok beras yang mengancam Kota Serang.
Menurut Siswati, saat ini stok beras di Kota Serang hanya tersisa sekitar 68,4 ton beras. Stok beras tersebut disimpan di gudang Bulog Serang Cilegon.
"Kalau stok pangan kita di Bulog punya 68,4 ton. Rencana ada pembelian dari dana fiskal 75 ton. Jadi kita punya nanti sampai akhir tahun ini sekitar 145 ton cadangan pangan itu sampai akhir tahun," ungkapnya saat di Kelurahan Terondol, Kecamatan Serang, Kota Serang.
Meski Pemerintah Kota Serang berencana untuk membeli tambahan beras sebanyak 75 ton, Siswati menjelaskan bahwa stok beras di Kota Serang masih belum mencapai tingkat keamanan yang diinginkan.
"Kalau dari hitungan itu kita masih kurang," ujarnya.
Idealnya Beras di Kota Serang 280 Ton
Berdasarkan perhitungan ideal DKPPP Kota Serang, Siswati mengungkapkan bahwa idealnya stok beras di Kota Serang seharusnya mencapai sekitar 280 ton beras.
"Dari hitungan ideal kita ada rumusnya itu harusnya sekitar 280 ton. Jadi kurang masih 140 ton," kata Siswati.
Kendati demikian, program penyaluran bantuan pangan dari Bapanas dapat membantu meningkatkan stok beras di Kota Serang.
Baca Juga: Dikeluhkan Ibu-ibu, Jokowi Ungkap Penyebab Harga Beras Melambung Tinggi
"Dengan adanya bantuan-bantuan seperti ini, ini kan menambah hitungan. Ini selalu kita masukkan ke neraca pangan, jadi kalau ditambah dengan bantuan sekarang ini kita Alhamdulillah masih cukup untuk stok pangan," katanya.
Siswati juga mengakui bahwa produksi beras saat ini sedang mengalami penurunan karena beberapa daerah mengalami kekeringan.
Adapun, dalam upaya mengatasi krisis pangan, Siswati juga mengungkapkan bahwa Kota Serang mendapatkan bantuan pangan tahap kedua tahun 2023 sebanyak 891,51 ton, yang akan diberikan kepada 29.717 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Setiap individu akan menerima 10 kg beras setiap bulan selama 3 bulan berturut-turut, yaitu bulan September, Oktober, dan November. [*]
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Garuda Calling! Bek Kendal Tornado FC Youth Davin Armadheni Dipanggil Seleksi Timnas U-20
-
Jelang Lawan Skotlandia, Ancelotti Ungkap Kabar Bahagia Soal Neymar, Apa Itu?
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Dapur SPPG Ketaon Boyolali Dibobol Maling, Kerugian Capai Rp21 Juta
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Rekomendasi Genset 500 Watt yang Bisa Dipakai di Rumah, Solusi saat Pemadaman Listrik
-
Lebih dari Sekadar Pertandingan: Ketika Euforia Sepak Bola Menjadi Gaya Hidup Generasi Urban
-
5 Face Wash Anti-Aging untuk Kurangi Kerutan Usia 40 Tahun agar Wajah Tampak Muda
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?