SuaraCianjur.id - Isu hubungan terlarang antara Putri Candrawati, istri Ferdy Sambo berselingkuh dengan Kuat Ma'ruf cukup ramai diperbincangkan.
Dugaan perselingkuhan ini sontak ramai dibicarakan pada 29 Agustus 2022 atau sehari sebelum rekonstruksi digelar di rumah Saguling dan duren Tiga, Jakarta Selatan.
Isu ini berkembang detelah Deolipa Yumawara, mantan pengacara Bharada E, yang memaparkan dugaan Brigadir J memergoki Kuat Ma'ruf dan Putri Candrawathi sedang berhubungan seksual.
Menurut Deolipa, penyingkiran Brigadir J ini direncanakan karena mengetahui hubungan perselingkuhan antara keduanya.
Kemudian, mulai la narasi jika PC dilecehkan Brigadir J yang akhirnya berujung pada pembunuhan.
Menanggapi isu ini, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyangkal isu perselingkuhan itu.
Mengutip Antara, Komjen Pol Agus Andrianto tidak menemukan bukti dari keterangan saksi dan tersangka.
Selain itu, menurutnya, Kuat Ma'ruf baru kembali kerja selama seminggu dengan Ferdy Sambo setelah terdampak pandemi Covid selama dua tahun.
“Karena Kuat Ma'ruf baru seminggu masuk setelah hampir dua tahun (tidak berkerja dengan Ferdy Sambo) karena pandemi COVID-19," ujar Agus di Jakarta, Senin (5/9/2022).
Baca Juga: Kelompok Cipayung Plus Bersama Masyarakat Garut Siap Lakukan Aksi Menolak Kenaikan Harga BBM
"Hal itu terkonfirmasi dari saksi-saksi yang lainnya," kata dia.
Jadi, menurutnya isu perselingkuhan antara istri dan supir jenderal itu tidak terbukti.
Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa Kuat Ma'ruf ada dalam kamar Putri Candrawathi.
Padahal di situ ada asisten rumah tangga perempuan, Susi, yang kini keberadaannya masih belum diketahui.
Diketahui ketika rekonstruksi yang berlangsung Rabu 30 Agustus 2022, reka adegan peristiwa di Magelang, Jawa Tengah, Kuat Ma’ruf hanya seorang diri berada di dalam kamar Putri Candrawathi, bukan bersama Susi.
Dalam reka adegan, Kuat masuk duluan ke kamar PC, kemudian Brigadir J. Kondisi inilah yang menimbulkan pertanyaan.
Pada umumnya nalar publik berpikir. Mengapa PC langsung mengadu pada seorang laki-laki, Kuat Ma'ruf, jika ada seorang perempuan di sana. Sebab, biasanya, perempuan akan mengadu pada perempuan lagi atau Susi terlebih dahulu.
Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan ada saksi lain dalam saat posisi reka adegan itu. Dia adalah Susi yang sedang berada di tangga, di dekat kamar dan Kuat Ma'ruf berada di bawah sedang merokok.
Ketika Kuat di bawah, lanjut Agus, dia melihat Brigadir J mengendap-endap keluar dari kamar Putri Candrawathi.
Sebetulnya Susi terlebih dahulu mendengar tangisan Putri Candrawathi dari dalam kamar.
“Hal ini terkomunikasi antara S dan KM. KM ada di kamar untuk memastikan kondisi PC (Putri Candrawathi) yang ada di kamar terduduk di depan kamar mandi dikuatkan dengan keterangan S,” kata Agus.
Sumber: Antara
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
KPK Ungkap 3 Moge Gatot Bea Cukai Dibeli Pakai Dana Operasional
-
Polda Metro Jaya Minta Massa Demo 27 Agustus Besok Tak Rusak Fasilitas Umum
-
Gara-gara Ledakan AI, Kabel Laut Yang Dibangun 5 Tahun Habis Dalam Setahun
-
Hindari Macet! Ini Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Saat Demo 27 Agustus
-
Bobotoh Bisa Nonton Persija vs Persib di GBK? ILeague Singgung Demo Jakarta
-
17 Tersangka Karhutla Sumsel Diproses, Lalu Bagaimana dengan 545 Hotspot di Konsesi?
-
Proses Hukum Febrie Adriansyah Dinilai Cederai Keadilan Prosedural
-
Inul Daratista Tegas Tolak Tawaran Masuk Politik: Takut Jadi Umpan Politik dan Tumbal Keadaan
-
Koalisi Ojol Nasional Tegaskan Tak Ikut Demo 27 Agustus: Driver Harus Waspadai Hoaks
-
Kaltim Masuk 10 Besar Nasional Provinsi Rawan Karhutla