/
Selasa, 04 Oktober 2022 | 17:23 WIB
Coretan berisi kekecewaan menghiasi dinding Stadion Kanjuruhan Malang - Tragedi Kanjuruhan (Suara.com/Dimas Angga)

SuaraSoreang.id - Tersiar kabar bahwa korban yang meninggal dalam tragedi Kanjuruhan bertambah menjadi lebih dari 125 orang, sebagaimana disampaikan oleh Polri.

Namun, Polri tetap bersikukuh dengan data yang mereka bawa dan tak mempercayai adanya penambahan sebagaimana dikemukakan oleh Dirigen Aremania, Yuli Sumpil.

Hal tersebut disampaikan oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo yang menyebut bahwa data tersebut berdasarkan hasil identifikasi Tim DVI dengan persatuan dokter forensik Jawa Timur.

"Tim DVI kerja sama dengan persatuan dokter forensik Jatim dan seluruh rumah sudah identifikasi. Sampai hari ini ada 125 korban meninggal dunia, tidak ada tambahan," papar Dedi, dikutip dari Suara.com, Selasa (4/10/2022).

Dedi mengharapkan tidak akan ada lagi korban tambahan yang meninggal dan ia juga menginginkan ada data terpusat terkait jumlah korban tragedi Kanjuruhan.

"Semoga tidak ada lagi yang meninggal. Kerja sama media, literasi pada semua," tuturnya.

Sebelumnya, pada hari Senin (3/10/2022), Dirigen Aremania, Yuli Sumpil mengungkapkan bahwa ada penambahan jumlah korban meninggal dari tragedi Kanjuruhan.

Menurut Yuli, angka 125 yang diumumkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, tidak sebanding dengan kondisi di lapangan pada saat tragedi Kanjuruhan terjadi.

Ia mengatakan, bahwa pada saat itu, ada puluhan ribu Aremania yang terjebak di dalam Stadion Kanjuruhan, kala Arema FC menjamu tamunya, Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam.

Baca Juga: Sidang Perdana Perceraian Anne dan Dedi akan Digelar Besok, Bupati Purwakarta Siap Hadir Tanpa Pengacara

"Kami berupaya untuk mengumpulkan data karena suporter yang datang tidak hanya dari Malang Raya, tetapi ada yang dari Probolinggo, Blitar, bahkan Lampung," ungkapnya.

Satu korban tambahan pada hari Senin (3/10/2022), ucap Yuli, tidak menerima perawatan di rumah sakit di Malang. Akan tetapi setelah kejadian tersebut, ia langsung dibawa ke rumah sakit di Blitar.

Sumber: SuaraJogja.id

Load More