/
Rabu, 05 Oktober 2022 | 11:16 WIB
Legenda sepak bola Brazil, Pele. (Instagram.com/@pele)

SuaraSoreang.id - Kerusuhan tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter sepak bola mengundang banyak simpati dari berbagai pihak.

Tak hanya dari Indonesia, tragedi Kanjuruhan ini juga menjadi perbincangan hangat bagi seluruh pecinta olahraga sepak bola di dunia.

Tak terkecuali bagi sang legenda sepak bola Brazil, Pele, yang mengungkapkan bahwa tragedi Kanjuruhan merupakan salah satu bencana terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.

“Pekan ini, kita menyaksikan salah satu bencana terbesar dalam sejarah sepak bola. Ada 32 anak-anak dari 125 orang yang meninggal dunia,” ungkap Pele dalam unggahan media sosialnya, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (4/10/2022)

Menurutnya, kekerasan bukan hal yang perlu dilakukan dalam olahraga.

"Kekerasan tak punya tempat dalam olahraga," lanjut Pele.

Olahraga menurutnya bukan tentang siapa yang kalah dan siapa yang menang.

Melainkan lebih dari itu, lanjut Pele, olahraga harus menjadi perwujudan cinta antar sesama manusia.

"Tidak ada kekecewaan dari kekalahan yang dapat membenarkan kita kehilangan cinta kasih kepada sesama manusia," tegas Pele.

Baca Juga: Jelang Sidang Perceraian, Dedi Mulyadi Unggah Momen Bersama Ni Hyang: Kecupanmu Membuatku Memiliki Spirit

"Olahraga seharusnya menjadi wujud cinta,” pungkasnya.

Baru-baru ini dikabarkan, bahwa jumlah korban yang meninggal dalam tragedi kerusuhan di Kanjuruan bertambah menjadi 131 orang.

Hal tersebut disampaikan Polri melalui Kadiv Humas Irjen Pol Dedi Prasetyo, setelah dilakukan verifikasi dan pengecekan bersama Dinas Kesehatan, Tim DVI, dan direktur rumah sakit di Malang, Jawa Timur.

“Jadi data korban meninggal 131 orang,” kata Dedi dikutip dari ANTARA, Rabu (5/10/2022).

Sumber: ANTARA

Load More