SuaraSoreang.id - Kerusuhan tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter sepak bola mengundang banyak simpati dari berbagai pihak.
Tak hanya dari Indonesia, tragedi Kanjuruhan ini juga menjadi perbincangan hangat bagi seluruh pecinta olahraga sepak bola di dunia.
Tak terkecuali bagi sang legenda sepak bola Brazil, Pele, yang mengungkapkan bahwa tragedi Kanjuruhan merupakan salah satu bencana terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.
“Pekan ini, kita menyaksikan salah satu bencana terbesar dalam sejarah sepak bola. Ada 32 anak-anak dari 125 orang yang meninggal dunia,” ungkap Pele dalam unggahan media sosialnya, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (4/10/2022)
Menurutnya, kekerasan bukan hal yang perlu dilakukan dalam olahraga.
"Kekerasan tak punya tempat dalam olahraga," lanjut Pele.
Olahraga menurutnya bukan tentang siapa yang kalah dan siapa yang menang.
Melainkan lebih dari itu, lanjut Pele, olahraga harus menjadi perwujudan cinta antar sesama manusia.
"Tidak ada kekecewaan dari kekalahan yang dapat membenarkan kita kehilangan cinta kasih kepada sesama manusia," tegas Pele.
"Olahraga seharusnya menjadi wujud cinta,” pungkasnya.
Baru-baru ini dikabarkan, bahwa jumlah korban yang meninggal dalam tragedi kerusuhan di Kanjuruan bertambah menjadi 131 orang.
Hal tersebut disampaikan Polri melalui Kadiv Humas Irjen Pol Dedi Prasetyo, setelah dilakukan verifikasi dan pengecekan bersama Dinas Kesehatan, Tim DVI, dan direktur rumah sakit di Malang, Jawa Timur.
“Jadi data korban meninggal 131 orang,” kata Dedi dikutip dari ANTARA, Rabu (5/10/2022).
Sumber: ANTARA
Berita Terkait
-
Fenomena Crowd Behaviour dalam Tragedi Kanjuruhan, Pemicu Keberanian secara Kolektif
-
Demi Menjaga Kebugaran Pemain, Persib Terus Berlatih secara Disiplin Ditengah Penundaan Liga 1
-
Selain Denda Rp250 Juta, Arema FC juga akan Terima Sanksi Ini dari PSSI Buntut Tragedi Kanjuruhan
-
Kesaksian Tragedi Pintu 13 Kanjuruhan, Diberondong Gas Air Mata Hingga Menjebol Tembok Stadion
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Drawing Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka Bareng Jepang dan Juara Bertahan
-
Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
4 Rekomendasi Sepatu Lokal Harga Rp 300 Ribuan dengan Kualitas World Class
-
Tak Terima Ibunya Disebut 'Penyakitan', Pria di Pandeglang Cekik Kekasih hingga Tewas
-
Modus Licin Pengedar Cimahi, Sembunyikan Sabu di Tumpukan Beras Hingga Transaksi di Pos Satpam
-
PFI Bogor Gelar Bedah Foto APFI 2026, Soroti Risiko dan Etika Jurnalisme Visual Dunia