SuaraSoreang.id - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait menyinggung perihal keputusan Lesti Kejora yang mencabut laporanya terhadap Rizky Billar.
Arist Merdeka Sirait mengaku kecewa terhadap keputusan Lesti Kejora. Padahal, pihaknya telah memberikan dukungan penuh pada Lesti Kejora lantaran berani buka suara terkait kasus KDRT yang dialaminya.
Selain itu, sehari sebelum pencabutan laporan itu dilakukan, Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan Rizky Billar sebagai tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap Lesti Kejora.
"Atas peristiwa ini, saya merasa kecewa terhadap Lesti Kejora yang sesungguhnya sudah kita berikan apresiasi karena berani speak up," kata Arist Merdeka Sirait dikutip dari suara.com, Minggu (16/10/2022).
Dikatakan Arist Merdeka Sirait, jika Lesti Kejora lebih mengedepankan perasaan ketimbang memperjuangkan kebenaran.
"Lesti Kejora masih tetap bucin dengan Rizky Billar. Sungguh mengecewakan komunitas di antara Lesti Kejora yang selama ini memberi dukungan," lanjutnya
Bahkan, menurut pria 62 tahun ini, alasan Lesti mencabut laporannya hanya karena mengedepankan cinta.
"Itu artinya bahwa sebelum peristiwa (KDRT) dilaporkan, Lesti Kejora sudah mengalami perbudakan hanya karena cinta," tandasnya.
Untuk itu, pihaknya benar-benar kecewa terhadap pencabutan laporan tersebut. Meskipun, hal itu merupakan hak Lesti yang boleh-boleh saja.
Baca Juga: Kisah Misteri, Teror Mistis Rumah Kontrakan Angker di Jakarta
Lebih lanjut, Arist Merdeka meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas dan berlaku adil terhadap pelaku KDRT.
Tak hanya dari kalangan artis saja, ia pun meminta agar semua kasus KDRT diproses dengan hukum seadil-adilnya.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Bukan Lesti Kejora, Ternyata Sosok ini yang Melaporkan Rizky Billar atas Dugaan Kasus KDRT
-
AKHIRNYA, Rizky Billar Buka Suara setelah Bebas dari Jeratan Kasus KDRT
-
Rizky Billar Resmi Dibebaskan, Dokter Psikolog Lita Gading Beri Pesan Ini ke Lesti Kejora: Hati-hati
-
Bolehkah Ikut Campur dalam Urusan KDRT Orang Lain? Bahaya Saksi Anak Laki-laki Bisa Jadi Pelaku di Masa Depan
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
IHSG Jadi Bursa Terburuk di Tengah Isu "Sell Indonesia", Analis: Pulihkan Kepercayaan!
-
Taklukkan Vietnam 2-1, Garuda Muda Melaju ke Semifinal Piala AFF U-19
-
Review Moving: Hadir dengan Kekuatan Super yang Membawa Makna Humanis
-
Sikapi Tekanan Ekonomi, Pengamat Sebut Probabilitas Terjadinya '98 Jilid 2' Masih Rendah
-
Pemerintah Stop Pendaftaran Dapur MBG, Pencairan Anggaran Tembus Rp88,2 Triliun
-
Terpopuler: HP realme Snapdragon Termurah, 5 HP Baru 2026 Baterai 10.000 mAh
-
Terpopuler: Alasan Tidak Boleh Menikah di Bulan Suro, Pendidikan Pangeran Mateen Menlu Baru Brunei
-
Tok! Ekspor Batu Bara hingga Sawit Kini Wajib Lewat Danantara
-
Kondisi Cedera Reno Salampessy Dipantau Ketat Staf Medis Timnas Indonesia U-19 untuk Final
-
Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus