/
Selasa, 18 Oktober 2022 | 16:22 WIB
Akankah Lesti Kejora diboikot dari televisi dan radio menusul suaminya, Rizky Billar? (Instagram/lestykejora)

SuaraSoreang.id - Seruan warganet kepada KPI untuk memboikot Lesti Kejora dari semua saluran televisi dan radio terus menggema di media sosial.

Hal tersebut diduga karena aksi Lesti Kejora yang beberapa waktu lalu mencabut laporan dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya, Rizky Billar.

Rizky Billar pun sebelumnya diketahui sudah dipecat dari Indosiar sebagai pembawa acara Dangdut Academy 5, setelah ia dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus KDRT yang dilaporkan oleh pihak Lesti Kejora.

Namun baru-baru ini, muncul pula saran dari banyak netizen untuk tidak memboikot Lesti Kejora dari televisi.

Menanggapi kedua permintaan itu, Nuning Rodiyah selaku komisioner KPI Pusat, akhirnya buka suara.

Nuning mengaku pihaknya sudah mendapatkan banyak sekali masukan terkait hal tersebut beberapa hari belakangan ini.

"Dua hari tiga hari terakhir ini KPI mendapatkan masukan yang sangat signifikan banyak dari para netizen. Ada dua hal yang disampaikan netizen, yang satu pro, yang satu kontra," kata Nuning, dikutip dari Matamata.com -- jaringan Suara.com, pada Selasa (18/10/2022).

"Ada yang meminta boikot Lesti Billar, dan ada yang satu lagi Lesti tetap di hati," imbuhnya.

Berbagai masukan tersebut, kata Nuning, akan dijadikan bahan pertimbangan bagi KPI untuk mengambil keputusan pemboikotan ke depannya.

Baca Juga: Pantesan Lesti Kejora Maafkan KDRT Rizky Billar, Ternyata Sang Suami Lakukan Ini Sebelum Dede Berangkat Umrah

"Nah ini kan ada dua masukan yang kedua-duanya harus dipertimbangkan dan diterima oleh KPI" ujarnya.

Nuning menegaskan bahwa pihaknya akan bersikap netral, dan tidak berpihak kepada siapa pun.

"KPI tidak bisa untuk kemudian memilih salah satunya saja, KPI harus pada posisi netral," lanjutnya.

Sebelumnya, Nuning juga menyebutkan, bahwa pemboikotan pelaku KDRT dari televisi dan radio, dilakukan KPI guna memberikan efek jera dan memastikan tidak ada glorifikasi terhadap mereka.

"Kita meminta agar lembaga penyiaran untuk tidak memberikan ruang untuk glorifikasi pelaku KDRT," terang Nuning.

"Pelaku harus dibuat efek jera," pungkas Nuning.(*)

Sumber: Matamata.com

Load More