SuaraSoreang.id - Sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat dengan terdakwa Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu, digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Selasa (25/10/2022) kemarin.
Namun di tengah gelaran sidang lanjutan tersebut, Ketua Majelis Hakim, Wahyu Iman Santosa melarang sidang disiarkan secara live.
Bahkan, Wahyu sempat menghentikan proses sidang sebanyak dua kali karena ada beberapa pengunjung yang melakukan siaran langsung.
"Para pengunjung tolong tidak ada yang live, kalau ada yang ketahuan tolong dikeluarkan, patuhi Undang-Undang," tegas Wahyu, dikutip dari Suara.com, Selasa (25/10/2022).
Selain itu, Wahyu juga meminta petugas untuk melakukan pengecekan terhadap seluruh pengunjung yang hadir di ruangan sidang.
Wahyu juga secara tegas memerintahkan petugas untuk tidak segan-segan mengusir siapa saja dari pengunjung sidang yang melakukan siaran langsung.
Untuk menjamin keterbukaan persidangan, majelis hakim pun memutuskan untuk memperbolehkan siaran langsung namun tanpa audio.
Kejadian tersebut kemudian ditanggapi oleh mantan anggota Komisi Yudisial, Taufiqurrohman Syahuri, yang mengatakan bahwa keputusan hakim tersebut perlu untuk kembali dikaji di Komisi Yudisial.
"Harapan kami sebagai mantan, itu juga perlu dikaji kenapa terjadi," ungkap Taufiq, dikutip dari Suara.com, Rabu (26/10/2022).
Baca Juga: Resmi Ditahan, Nikita Mirzani Masih Bisa Koar-koar di Instagram Bahas Dito Mahendra, Kok Bisa?
Menurut Taufiq, sidang tertutup hanya bisa dilakukan terhadap kasus-kasus yang menjurus pada tindak pidana asusila.
Maka untuk kasus pembunuhan Brigadir J, lanjut Taufiq, seharusnya bisa digelar secara terbuka tanpa ada pembatasan.
"Karena yang boleh tertutup ini kan hanya kasus yang mengarah pada kasus asusila. Itu mutlak ditutup. Tapi kalau yang tadi, susah untuk membendung yang lain tidak mendengar," kata Taufiq.
Kemudian Taufiq menegaskan, apabila permintaan hakim tersebut adalah untuk menjaga objektifitas para saksi, maka menurutnya harus ada cara lain yang bisa dilakukan.
"Tapi itu kan bisa menjadi masalah, artinya bisa diintip karena ini zaman teknologi yang orang bisa mengakses secara mudah," tandas Taufiq.(*)
Artikel ini telah tayang di Suara.com dengan judul: Eks Anggota KY Ingin Keputusan Hakim Matikan Audio di Sidang Bharada E Dikaji: Kasus Asusila yang Boleh Sidang Tertutup
Berita Terkait
-
Sidang Bharada E Disiarkan Langsung Tanpa Audio, Pengamat Hukum Pidana: Keterbukaan Tanggung!
-
Pihak Keluarga Akui Terima Ancaman dari Sosok Misterius Selepas Pemakaman Brigadir J, Ferdy Sambo?
-
Tak Hanya Bharada E dan Ferdy Sambo, Kamaruddin Sebut Putri Candrawathi Juga Ikut Tembak Brigadir J
-
Sambil Menangis Ibunda Brigadir J Meminta Bharada E untuk Berkata yang Sejujurnya di Hadapan Hakim
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Iran Pertama Kali Tembakkan Rudal Sejjil, Pusat Komando Udara Israel Jadi Target Utama
-
Harry Styles Ungkap Kesedihan Mendalam Usai Kepergian Liam Payne
-
Potret Upacara Melasti dari Berbagai Daerah di Indonesia
-
5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
-
Ogah Terjebak Macet Horor, Ribuan Pemudik Motor 'Serbu' Pelabuhan Ciwandan Lebih Awal
-
Arus Mudik Lebaran: Jalur Tol Jakarta-Merak Masih Ramai Lancar
-
Umrah di Tengah Konflik Iran-Israel, Habib Usman Tetap Boyong Keluarga Lebaran di Tanah Suci
-
Bukan Mobil, Pemudik Motor Mulai Masuk Jogja: Tembus 129 Ribu Sehari!
-
Netanyahu Sudah Tewas? Video Terbaru Memperkuat Penggunaan AI: Ada Keanehan di Isi Kopi
-
Puncak Arus Mudik Dimulai! 2.390 Mobil per Jam 'Serbu' Semarang via Tol Kalikangkung