/
Minggu, 30 Oktober 2022 | 22:03 WIB
Dedi Mulyadi dan istrinya, Anne Ratna Mustika. Bukti kesetiaan Kang Dedi bisa terlihat dari persyaratan nyentriknya saat dirinya maju sebagai calon legislatif di Pemilu 2019 lalu. (Instagram/@anneratna82)

SuaraSoreang.id - Rumah tangga Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika saat ini tengah menjadi sorotan publik.

Pasalnya, sang istri yang akrab disapa Ambu Anne, melayangkan gugatan cerai kepada Pengadilan Agama Purwakarta pada bulan September 2022 lalu.

Hal tersebut kemudian menimbulkan banyak pertanyaan publik terkait kesetiaan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi tersebut.

Namun, dugaan tersebut terbantahkan oleh sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Najwa Shihab 3 tahun lalu sebelum Kang Dedi Mulyadi menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI.

Dalam video tersebut, Najwa Shihab membacakan sebuah pernyataan nyentrik dari Kang Dedi Mulyadi terkait persiapannya untuk maju menjadi bakal Calon Legislatif di Pemilu tahun 2019 lalu.

"Ada yang menarik yang kemudian Kang Dedi sempat bilang ada persyaratan nyentrik terkait persiapan penjaringan caleg," kata Najwa Shihab, dikutip dari video di kanal YouTube miliknya, yang diunggah pada 11 Juli 2019 lalu.

Persyaratan nyentrik tersebut terkait kesetiaannya kepada sang istri, Anne Ratna Mustika.

"Tidak boleh menceraikan istri setelah terpilih, tanpa alasan yang kuat," lanjut Najwa Shihab membacakan pernyataan nyentrik Kang Dedi.

"Tidak boleh nambah istri tanpa persetujuan istri tua," sambungnya.

Baca Juga: Cerita Horor Pendaki Gunung Salak, Tenda Dikelilingi Tentara Bermuka Pucat

Kang Dedi Mulyadi pun membenarkan terkait pernyataan nyentriknya tersebut.

"Ya betul itu," tegas Kang Dedi membenarkan.

Menurut Kang Dedi, persyaratan tersebut merupakan komitmen baginya. Karena dirinya mengaku mengenal beberapa anggota legislatif yang malah tidak setia kepada istrinya setelah dirinya menjabat.

"Saya ini kan bergaul dengan teman-teman anggota legislatif, ga usah sebutin dimana. Saya juga pernah juga pernah jadi anggota legislatif Kabupaten dua tahun. Ya memang banyak yang tadinya baik ketika jadi DPR jadi lupa sama istrinya," terang anggota DPR RI dari Fraksi Golkar tersebut.

Ia juga mengaku sering menegur teman-temannya di legislatif yang tidak setia kepada istrinya.

"Sehingga saya selalu ngasih tegur temen-temen, 'heh, kamu waktu nyalon itu susah sama istri tua, kalungnya dijual', saya bilang kan. 'Punya sawah tiga petak aja digadai, pas udah jadi yang enak bini muda'," kata Kang Dedi menerangkan.

Load More