/
Selasa, 08 November 2022 | 20:25 WIB
Pemeran video mesum wanita kebaya merah, berinisial AH. Fakta mencengangkan terungkap setelah polisi berhasil menangkap dua pemeran adegan video syur bertema kebaya merah. (Suara.com/ Yuliharto Simon)

SuaraSoreang.id - Fakta mencengangkan terungkap setelah polisi berhasil menangkap dua pemeran adegan video syur bertema kebaya merah.

Berikut adalah sederet fakta yang terungkap mulai dari tarif pemeran wanita hingga sudah puluhan video adegan ranjang diproduksi dua pelaku.

Seperti diketahui dalam sepekan ini publik tanah air digegerkan dengan viralnya potongan video syur bertema kebaya merah.

Wanita cantik dengan postur tubuh menggiurkan membuat adegan video syur bertemakan pelayan hotel.

Dalam rekaman video yang tersebar, terlihat jelas pemeran wanita mengenakan kebaya merah dan penutup di bagian wajah.

Setelah perempuan tersebut masuk ke dalam kamar hotel, adegan-adegan dewasa pun direkam.

Dari sana terungkap juga lokasi pembuatan video syur hingga tarif para pemain yang dibayar oleh si pemesan video.

1. Pesanan akun Twitter

Dari keterangan yang didapat pihak kepolisian, video syur tersebut diproduksi berdasarkan pesanan seseorang dari akun Twitter yang statusnya saat ini dalam buruan polisi.

Baca Juga: Tegas! Anne Ratna Mustika Mantap Ingin Cerai dari Dedi Mulyadi: Tak Ada Ruang untuk Damai

Video porno bertema Kebaya Merah tersebut kemudian viral dan diolah di banyak medoa sosial, terutama Twitter.

2. Tersangka AH dan ACS

Sikap Polisi dalam video mesum kebaya merah vs judi online (sumber: Youtube/suara.com,Pixabay/AidanHowe)

Polisi pengamankan dua pemeran dalam video syur tersebut. Masing-masing pelaku dalam video syur tersebut berinisial ACS dan AH.

Kedua tersangka pemeran video kebaya merah berinisial ACS dan AH membuat video tersebut, kini sudah diamankan pihak kepolisian.

3. Receptionist Hotel

Polisi mengungkap jika kedua pemeran memberi pengakuan tema yang diusung bukanlah kebaya merah melainkan Receptionist Hotel.

"Tersangka ACS dan AH membuat adegan tersebut dikarenakan adanya pesanan konten video porno dengan tema 'Receptionist Hotel',"

Kini polisi masing mengincar pemilik akun Twitter yang disebut kedua tersangka sebagai penyandang dana untuk pembuatan video syur kebaya merah.

"Akun Twitter tersebut saat ini masih dalam penyelidikan," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur, Kombes Pol Farman di Mapolda Jatim, Selasa (8/11/2022).

4. Banyak tema di video syur

Polisi menunjukkan tersangka beserta barang bukti kasus video porno Kebaya Merah (sumber: ANTARA/Willy Irawan)

Kombes Pol Farman mengatakan jika kedua pemeran video syur tidak hanya membuat satu tema adegan syur.

Keduanya pun dikatakan Kombes Pol Farman melakukan banyak adegan dalam perekaman video syur, termasuk tema yang juga berbeda.

Dari bisnis video syur tersebut, Kombes Pol Farman mengatakan jika akun Twitter itu mendapatkan keuntungan besar dari penjualan konten video porno.

Untuk tarif penjualan video syur tersebut dikatakan Kombes Pol Farman memiki tarif bervariasi tergantung tema.

"Adapun untuk hasil penjualan konten dipergunakan tersangka untuk keperluan sehari-hari," ujar dia.

5. Kamar 1710

Lantai 17 dengan nomor kamar 1710 adalah lokasi pembuatan video syur kebaya merah.

Pembuatan video syur dilakukan  pada 8 Maret 2022 sekitar pukul 22.00 WIB di kamar nomor 1710 lantai 17 salah satu hotel di Gubeng Surabaya.

Untuk membuat video porno Kebaya Merah, ACS dan AH dibayar uang sebesar Rp750 ribu.

Kombes Pol Farman mengatakan, setelah mendapat bayaran, kedua tersangka lalu membuat beberapa video syur, satu di antaranya adalah kostum kebaya merah.

Tersangka perempuan menggunakan kebaya merah seolah-olah sebagai karyawan hotel

"Kedua tersangka bergantian posisi untuk melakukan perekaman adegan menggunakan ponsel milik tersangka, lalu diedit dan dikirim kepada pemesan melalui akun telegram milik tersangka AH," kata Farman.

6. 92 video syur

Dari hasil pengembangan kasus video merah, Kombes Pol Farman mengatakan ada 92 video porno sepanjang tahun 2022 yang diproduksi oleh kedua tersangka.

Bukan hanya video, kedua tersangka pemeran Kebaya Merah yaitu ACS dan AH, telah membuat 100 foto telanjang dengan berbagai tema.

"ACS dan AH telah membuat 92 video asusila dan 100 foto telanjang dengan berbagai tema," kata Kombes Pol Farman. 

"File produksi itu disimpan di hard disk milik tersangka," kata Farman.

7. Tembus pasar luar negeri

Kombes Pol Farman mengatakan jika pemesan video syur kebaya merah juga masuk pasar internasional. 

Video-video tersebut diduga dipasarkan dan laris terjual di pasar lokal dan luar negeri.

Saat ini kata Kombes Pol Farman penyidik masih melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait dengan pemesan konten video porno kedua tersangka yang mengaku sebagai sepasang kekasih tersebut.

Sebelumnya, polisi menangkap dua pemeran video porno Kebaya Merah berinisial ACS dan AH di Surabaya, Minggu (6/11).

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yakni 1 buah laptop, 2 buah hardisk, dua ponsel, dan invoice kamar 1710 tertanggal 8 Maret 2022.

Atas perbuatannya, kedua dijerat Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 29 jo. Pasal 4 dan/atau Pasal 34 jo. Pasal 8 Undang-Undang No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

"Dengan ancaman hukuman lebih dari 5 tahun," kata Farman. (*)

Sumber: Antara
Artikel ini juga tayang di SuaraKalbar.id berjudul Video Kebaya Merah Ternyata Pesanan, Pemeran Dibayar Rp 750 Ribu

Load More