/
Minggu, 04 Desember 2022 | 21:45 WIB
Ilustrasi kisah horor Laura dapat kiriman santet. (soreang.suara.com)

Laura merasa diri belum saatnya mencari pasangan untuk saat ini, dan tetapi memilih menikmati masa mudanya.

Laura sejatinya memiliki cita-cita melanjutkan studi dan berharap dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarganya.

Lantaran ingin memperbaiki kondisi ekonomi keluarga, membuat Laura lupa jika dirinya harusnya sudah memiliki suami.

Tidak sedikit lelaki yang datang ke rumah untuk melamar Laura, akan tetapi selalu ditolak. 

Bukan karena Laura tidak mau, akan tapi dirinya menyadari jika menikah memerlukan biaya, dan dirinya harus pergi meninggalkan keluarga untuk mengikuti suaminya nanti.


Arif adalah pria yang sangat menggilai Laura. Beberapa usaha dilakukan, akan tetapi selalu ditolak.

Bahkan lamaran dengan mahar luar biasa, juga ditolak Laura. Lamaran pria yang sangat tergila-gila pada Laura ini sampai ditolak dua kali.

Laura mengatakan bukan tidak menghargai ketulusan Arif yang ingin meminangnya.

"Saya minta berkali-kali bahwa seharusnya berteman dulu. Tidak usah terburu-buru menikah tanpa mengetahui isi hati masing-masing.

Baca Juga: Ogah Polisikan Kasus Pelemparan Telur, Relawan Anies: Harusnya Polisi Bertindak Tanpa Laporan

Arif awalnya menerima kejujuran Laura yang belum ingin menikah. Namun satu ketika Arif tersulut kabar bongan soal Laura.

Satu kampung terperdaya oleh seseorang yang iri pada Laura. Kepada Arif orang tersebut mengatakan jika Laura sebenarnya sudah memiliki kekasih dan tak lama lagi akan menikah.

Arif lantas berpikir apakah Laura berbohong soal ingin sendiri. Dia juga berpikir jika Laura menolaknya karena memang sudah ada lelaki lain di hati Laura.

"Entah siapa menyebarkan kabar bohong kalau saya sudah memiliki kekasih," katanya. 

"Sampai-sampai satu kampung mengejek Arif lantaran tak bisa mendapatkan cinta saya," kata Laura.

Kemudian, dua minggu setelah keributan tentang dirinya di kampung, tiba-tiba saja Laura merasa ada yang aneh di rumahnya.

Setiap malam, Laura mendengar suara kodok tepat di atap kamarnya. Dan setiap mendengar suara kodok, Laura merasakan gatal dan panas di kulitnya.

Ketika digaruk, Laura merasakan enak dan terus menggaruk hingga menyebabkan infeksi.

Laura sama sekali tidak pernah menyangka jika dirinya disantet. Laura merasa apa yang terjadi seperti penyakit campak.

Namun, kondisi tersebut tidak pernah berakhir, malah semakin parah.

"Saya sendiri merasakan jijik saat melihat wajah di cermin. Wajah saya menjadi keriput dan bernanah jika dipijat," katanya.

"Saya benar-benar merasakan depresi dan tidak tahu harus berbuat apa," katanya lagi.

"Bahkan saya sangat malu untuk keluar rumah karena wajah saya jadi jelek dan berbau," kata Laura cerita panjang lebar.

Laura lantas menyadari keanehan soal suara katak di setiap malam di atas atap rumah.

Hewan itu juga seolah melompat-lompat di atas atap hingga membuatnya sulit tidur dan malah merasakan gatal di kulit.

"Sejak itu, orangtua saya kemudian membawa saya menemui seorang ustaz," katanya. 

Dari sana Laura baru sadar jika dirinya disantet. "Ustz tersebut memberitahu bahwa ada orang yang dekat dengan saya merasa sakit hati hingga tega mengirim sihir jahat," ujarnya.

Setelah itu, sang ustaz mengobati Laura dengan air doa dan beberapa ramuan herbal. 

Dan rupanya ustaz tersebut berhasil mengobati Laura setelah setiap kali selesai pengobatan dibarengi dengan salat malam setiap hari.

"Alhamdulillah situasi di rumah baik, dan saya juga terus membaik dengan solat yang setiap malam dilakukan," katanya.

Sumber: mStar

Load More