SuaraSoreang.com - KDRT yang di alami Venna melinda masih menjadi sorotan media dan perbincangan bagi publik.
Banyak pihak yang mempertanyakan keberanian Venna Melinda dalam melaporkan Ferry Irawan atas tindakan KDRT yang di alami olehnya.
Venna Melinda merasa syok dan masih merasakan trauma akibat tindakan KDRT yang dialaminya.
Venna merasa susah tidur karena masih dibayangi oleh kejadian KDRT yang menimpanya.
Venna Melinda merasa punya hikmah atas kasus yang menimpa ia saat ini, dititik mana bahaya yang mengancam hidup seseorang, untuk lebih mempersiapkan diri dan berani menyuarakan hal tersebut.
Melalui sambungan telefon bersama Dedy Corbuzier di kanal youtube miliknya, Venna melinda berinisiatif untuk membuat semacam lembaga bantuan hukum yang akan di peruntukkan untuk semua korban-korban KDRT yang tidak berani dan takut untuk menyuarakan apa yg mereka alami.
"Aku akan membuatkan semacam lembaga bantuan hukum didapil ku nanti untuk semua perempuan agar berani speak up, karena bukan hal yang mudah untuk bisa selamat dari kejahatan yang dilakukan oleh orang yang kita percaya" ucap Venna.
Venna melinda merasa kecewa karena tindakan KDRT itu dilakukan oleh orang yang ia percaya dan merupakan suaminya sendiri.
"Kalo kita ketemu penjahat, kita pasti udah siap, tapi kalo itu suami yang kita anggap imam, yang kita anggap salah satu jalan menuju syurga, tapi kalo orang itu orang paling berbahaya dalam hidup kita itu yang kita ga akan pernah siap"
Baca Juga: Ferry Irawan sempat Hapus Barang Bukti? Jadi Tersangka, Venna Melinda Mantap Cerai!
Venna Melinda menuturkan tidak boleh takut, karena dukungan orang-orang disekeliling penting untuk menguatkan kita agar lebih berani menyuarakan.
Sumber : Youtube Channel (Dedy Corbuzier)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026