/
Minggu, 29 Januari 2023 | 18:10 WIB
Pak Edy 20 tahun hidup sebatang kara dan tak dikunjungi anak. (Youtube Joe Kal)

SuaraSoreang.id - Hidup sebatang kara dan tidak pernah disapa oleh anak-anaknya, membuat Pak Edy sudah terbiasa dengan kesendirian.

Lelaki keturunan Jawa-Sunda yang kini tinggal di Kota Semarang itu mengaku sudah 20 tahun tidak dikunjungi oleh anak-anaknya.

Kisah Pak Edy diungkap oleh salah seorang Youtuber atau konten kreator yang ingin membuat video rumah kosong beberapa waktu lalu.

Namun ternyata, rumah terbengkalai yang mereka masuki ternyata masih dihuni oleh lansia berumur 73 tahun, yang tak lain adalah Pak Edy.

Usai menjelajahi isi dan dalam rumah tersebut, sang content creator lantas menanyakan berbagai pertanyaan terkait asal usul dan kehidupan si pemilik rumah.

Dari sanalah terungkap, bahwa Pak Edy hidup sendirian sejak istrinya meninggal pada tahun 2003 silam. Persis saat itu juga, anak-anaknya tidak ada satu pun yang berkunjung dan menyambangi dirinya.

Padahal, ia mengaku memiliki tiga orang anak. Dua anak laki-laki dan seorang anak perempuan. 

Dua di antaranya sudah berumah tangga. Satu anak laki-laki Pak Edy tinggal di Jakarta, sedangkan anak perempuannya masih ada di Semarang bersama keluarga kecilnya.

Satu anak laki-laki lain yang merupakan lulusan kedokteran telah meninggal dunia. Setelah itu, disusul anak laki-laki lain yang juga harus meninggal saat adanya wabah Covid-19, lalu.

Baca Juga: Ricuh di Kantor Arema FC, Polisi: Kami Akan Melakukan Penangkapan Upaya Paksa

Namun, Pak Edy mengatakan jauh sebelum itu, anak-anaknya memang mendiamkannya. Bahkan enggan menyambanginya dengan alasan yang sampai sekarang tidak ia ketahui.

Sehingga ia 'legowo' dan menerima kondisi itu dengan mengisi kesehariannya mengumpulkan barang-barang bekas untuk dijual dan hasilnya untuk membeli makan.

Tak jarang, Pak Edy juga mendapatkan sedekah dari teman-temannya ataupun donatur lain yang kasihan melihat kondisinya saat ini.

Ia juga mendapatkan jatah Rp 150 ribu per bulan dari donasi gereja setempat. 

Meskipun begitu, ia mengaku sudah dua tahun hidup tanpa akses listrik dan air bersih. Hampir mirip dengan kisah Tiko dan Ibu Eny.

Ketika ditanya apakah ada masalah keluarga yang membuat sikap dari keluarga Pak Edy mengasingkannya, lelaki itu menjawab ia sendiri tidak tahu masalahnya di mana.

Load More