SuaraSoreang.id - Asib Ali, seorang Warga Negara India yang viral gara-gara lamarannya ditolak oleh keluarga kekasih dari Wajo, Sulawesi Selatan memiliki nasib ngenes.
Usai ditolak, Asib Ali mengaku sempat terlantar selama 3 hari di bandara. Hingga akhirnya ada sesosok orang yang membantu dan menampungnya.
Ialah Akash, pria asal Palestina yang sempat viral pula kisahnya karena galau beberapa tahun silam. Ia akhirnya menampung Asib Ali, untuk tinggal sementara di rumahnya.
Akash mengaku sempat kesulitan menghubungi Asib Ali, karena pria hindi itu tidak memiliki sosial media apapun. Hingga ia bisa menghampiri Asib di bandara, Jakarta.
"Saya coba cari nomor dia, tapi nggak dapet. Karena dia langsung dari India ke Jakarta, dari bandara langsung ke Makassar. Nggak kenal siapapun, sendirian. Dia nggak punya sosial media apapun. Dia cuma pakai WhatsApp," ungkap Akhash, Sabtu (25/2/2023).
Selama ini, Asib nekat pergi ke Indonesia cuma mengenal si kekasih. Dan saat sampai Jakarta, ia masih chatting dengan si perempuan yang menyuruhnya untuk segera datang ke Wajo.
Sempat bingung, ia diarahkan untuk membeli tiket pesawat ke Makassar, usai sampai di Jakarta pada hari senin (13/2/2023) lalu.
Merasa tertipu, tangisan Asib Ali di dalam mobil yang dinyinyiri netizen sebagai air mata buaya, ternyata punya kisah lain.
Ia mengaku, sebelum terbang ke Indonesia, Asib sudah bertanya berkali-kali dengan sang kekasih terkait kesungguhannya untuk serius dan mau menikah.
Baca Juga: Mahfud MD Respons Pengunduran Diri Rafael Alun Sebagai ASN Pajak: Tak Menghilangkan Proses Hukum
Bahkan, kekasihnya pun meyakinkannya bahwa pihak keluarganya sudah mempersiapkan semua hal terkait rencana pernikahan tersebut.
Hingga nekatlah Asib datang ke Indonesia, setelah mengurus segala perizinan birokrasi di negaranya untuk bisa menikah di negeri orang.
Sayang, ketika sampai Makassar, kakak sang kekasih tiba-tiba merebut hp adiknya dan memblokir seluruh nomor Asib. Lalu mengajaknya segera pulang.
Sedangkan nasib Asib terlantar hingga viral ke sosial media. Dari sanalah Akash mulai beberapa kali ditandai oleh netizen di sosial media untuk membantu warga Punjab tersebut.
Merasa memiliki nasib sama sebagai WNA, Akash mencari keberadaan Asib dan menjemputnya untuk bisa tinggal sementara di kediamannya saat ini.
"Saya 3 hari tinggal di bandara, nggak ada yang perduli. Kalau kamu nggak ada, mungkin aku masih di bandara," kata Asib kepada Akash. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!
-
Geger Guru Honorer Dilarang Mengajar 2027, Dihapus atau Diangkat?
-
Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen
-
Saksi Sebut Abdul Wahid Bertindak Sesuai Aturan: Beliau Selesaikan Tanggung Jawab
-
Video Detik-Detik Mencekam, Perempuan Meninggal Dunia Usai Jatuh dari Flying Fox
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
Daftar 25 Mobil Listrik Berbaterai Nikel di Indonesia, Dapat Insentif Lebih Besar dari Pemerintah
-
Sidang Air Keras Andrie Yunus: Pakaian Korban hingga Air Keras Dihadirkan sebagai Bukti
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera