/
Minggu, 05 Maret 2023 | 10:12 WIB
Kapolri Jenderal Pol LIstyo Sigit Prabowo saat di TKP menjelaskan terkait alasan kebakaran Depo Pertamina (suara.com)

SuaraSoreang.id –  Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara menjadi sorotan setelah terjadi kebakaran besar yang menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai 50 orang pada Jumat (3/3/2023).

Tim gabungan dari Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya telah melakukan olah TKP dan mengungkapkan bahwa terdapat gangguan teknis sebelum kebakaran terjadi.

"Pada saat kejadian kemarin kurang lebih pukul 20.00 WIB sedang terjadi pengisian atau penerimaan minyak jenis Pertamax dari balongan, diterima di Depo Plumpang kemudian terjadi suatu gangguan teknis yang mengakibatkan tekanan berlebih. Dan setelah itu didapati terjadi peristiwa terbakar," kata Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Depo Pertamina Plumpang, dikutip dari suara.com (4/3/2023).

Kendati demikian, sumber api yang menyebabkan kebakaran masih belum diketahui pasti, dan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kejadian ini. Pihak kepolisian juga sedang mengumpulkan saksi-saksi dan rekaman CCTV untuk dapat menjelaskan secara scientific mengenai kejadian sebenarnya.

"Khususnya terkait dengan sumber yang kemudian mengakibatkan terjadinya kebakaran, mungkin itu sementara. Tentunya untuk mencari tau sumber apinya dari mana? Ini sedang dilakukan pendalaman oleh tim," jelas Listyo.

Meski begitu, kebocoran minyak di dalam Depo Pertamina Plumpang menjadi salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab kebakaran tersebut. Namun, hal ini masih akan didalami lebih lanjut dalam proses investigasi yang sedang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama dengan Kodam Jaya telah mendirikan posko darurat bagi korban yang terdampak. Hal ini dilakukan untuk menampung para korban yang terdampak dan mempermudah konsolidasi antar personel dan tim SAR gabungan.

"Sudah disampaikan tadi sama Pangdam kita buat posko. Sama-sama memberikan pertolongan untuk konsolidasi personel dan sebagainya," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran.

Data terbaru menyebutkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran di Depo Pertamina Plumpang telah mencapai 17 orang, di mana dua di antaranya merupakan anak-anak. Sementara itu, jumlah korban luka-luka mencapai 50 orang, di mana satu di antaranya juga berstatus anak-anak.

Baca Juga: Berjanji Tak Mabuk Lagi, Han So Hee Tarik Kembali Ucapannya Karena Hal Ini

Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa seluruh korban dievakuasi ke RS Pelabuhan, RSUD Koja, dan RS Mulya Sari. Meskipun begitu, jumlah korban meninggal dunia dan luka-luka diperkirakan akan terus bertambah, karena masih banyak orang yang terperangkap di dalam depo saat kebakaran terjadi. (Mey

Sumber: suara.com

Load More