/
Minggu, 05 Maret 2023 | 09:28 WIB
Wakil Presiden RI KH Maruf Amin, mengunjungi korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, Sabtu (4/3/2023]. Wapres Ma'ruf Amin menawarkan warga setempat yang terdampak.

SuaraSoreang.id - Belasan nyawa melayang akibat dari meledaknya Depo Pertamina Plumpang.

Wakil Presiden, Ma'ruf Amin datang ke lokasi 'neraka' pertamina mewakili Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Tampak di lokasi kejadian, Wapres menemui masyarakat yang menjadi korban tak berdosa meledaknya Depo Pertamina Plumpang.

Seperti diketahui jika warga yang tinggal kompleks Depo Pertamina, Jalan Tanah Merah Bawah RT 12/RW 9, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, menjadi korban paling parah.

Bangkai-bangkai bangunan rusak parah menjadi pemandangan yang menyambut Ma'ruf Amin.

Sang wapres lantas hanya mengatakan kepada warga setempat agar bersabar menghadapi musibah.

"Sabar ya (warga terdampak). Nanti dipikirkan pemerintah," kata Wapres. 

"Pikirkan nanti ya yang penting kebutuhannya di sini dijamin oleh Pertamina nanti ya," tambah Ma'ruf Amin di lokasi.

Di sana wapres juga menawarkan warga setempat yang terdampak apakah hunian para korban akan dibangun kembali atau dipindahkan.

Baca Juga: Wajah Menteri BUMN Erick Thohir yang Baru Sibuk Urus PSSI, kini Cari 'Kambing Hitam untuk Disalahkan': Saya Copot Lagi

Namun ketika menawarkan untuk dibangun, anak buah Jokowi ini malah mengumbar ketakutan.

"Namanya musibah ya nanti seperti apa. Apa dibangun seperti itu lagi? Tapi nanti takut terbakar lagi. Nanti dipikirkan ya," tegasnya.

Bahaya untuk warga

Sementara itu, Menteri BUMN yang juga merangkap sebagai Ketum PSS, Erick Thohir mengatakan kawasan objek vital nasional yang bahaya untuk warga bukan hanya kilang minyak.

Ada beberapa objek vital yang dikatakan bos BUMN seperti pupuk dan pembangkit listrik.

Dia menyebut, pemukiman warga harus memiliki jarak aman dengan lokasi.

"Sejak awal kita sampaikan kepada seluruh BUMN yang masuk jadi kawasan objek vital, tidak hanya kilang tapi juga pupuk yang seperti saya tinjau di Sumatera Selatan buffer antara titik keamanan dan tentu titik daripada masyarakat masih terlalu dekat," kata dia. (*)











Load More