SUARA SOREANG – Viral di media sosial Twitter seorang karyawan mengeluh dan kebingungan lantaran tak dibolehkan shalat Ied oleh atasannya dengan alasan jam kerja terganggu.
Melansir dari akun Twitter @worksfess, seseorang mengeluh lantaran dirinya tak dibolehkan mengikuti shalat Ied meski sudah berusaha untuk tetap masuk kerja walau telat.
Selain itu, ia juga mengaku dipersulit saat melaksanakan shalat 5 waktu dan kartu tanda pengenalnya (KTP) juga ditahan oleh atasannya tersebut.
Pada tangkapan layar yang disertakan, terdapat chat si bos dengan dirinya yang terlihat sedang meminta izin untuk melaksanakan shalat Ied yang hanya satu tahun sekali itu.
Alih-alih mengizinkan, sang bos mengatakan bahwa ia sudah memberikan kelonggaran dan meminta karyawan tersebut untuk melakukan shalat Ied di tempat kerja agar tak mengganggu jam kerjanya.
Selain itu, bos tersebut menceramahi si karyawan bahwa di tempat kerja semuanya memiliki aturan dan jangan berbuat sesukanya jika ingin bekerja dengan orang lain.
Bos tersebut juga menegaskan untuk urusan pekerjaan harus mengerti jam kerja orang dan jangan diganggu dengan urusan lain.
“Km yang kerja sama orng harus ngertiin jam kerja orng, jam kerja jangan diganggu sm yang lain,” balasan chat sang bos untuk karyawan tersebut.
Warganet yang melihat isi thread tersebut ramai memberikan saran untuk resign dan melaporakan si bos ke Dinas Ketenagakerjaan karena ulahnya itu.
Baca Juga: Lepas Keberangkatan Kapal Mudik Gratis, Gubernur Khofifah: Salam Buat Keluarga di Rumah
“Laporin disnaker. Org presiden aja blg libur kok. Lagian itu tahan KTP kayak perbudakan aja,” komentar salah satu warganet.
“Resign aja, alasannya ya karena ibadah dipersulit, masalah ktp mah gampang, bikin surat kehilangan aja di polsek,” komentar lainnya.(*)
Sumber: Twitter/worksfess
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati