SUARA SOREANG - Membeli mobil bekas yang pernah terendam banjir dapat menjadi pilihan yang berisiko, mengingat dampak kerusakan akibat banjir yang dapat mempengaruhi elektronik, rem, suspensi, mesin, dan interior mobil.
Meski harga lebih terjangkau, mengidentifikasi mobil bekas banjir dan menghindari pembelian yang salah adalah langkah penting dalam menjaga investasi Anda.
Berikut adalah beberapa tips untuk membantu menghindari membeli mobil bekas banjir:
Dapatkan laporan riwayat kendaraan
Sebelum membeli mobil bekas, penting untuk mendapatkan laporan riwayat kendaraan.
Laporan ini dapat memberi tahu banyak hal tentang riwayat mobil, termasuk apakah pernah mengalami kecelakaan atau mengalami kerusakan akibat banjir.
Carilah tanda-tanda kerusakan akibat banjir, seperti noda air atau bau apek di bagian dalam mobil.
Periksa tanda-tanda kerusakan akibat air
Melansir Consumer Reports, periksa mobil dengan cermat untuk mengetahui adanya tanda-tanda kerusakan akibat air.
Cari saluran air atau noda air pada jok atau karpet, dan periksa apakah ada tanda-tanda karat atau korosi pada bagian logam.
Periksa bagasi dan ban serep dengan baik untuk mengetahui adanya tanda-tanda kerusakan akibat air.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik usai Liverpool Comeback Dramatis atas Newcastle, Darwin Nunez Cetak Sejarah
Periksa mobil secara menyeluruh
Bawalah mobil ke bengkel untuk pemeriksaan menyeluruh sebelum melakukan pembelian.
Seorang teknisi dapat memberikan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kendaraan dan mengidentifikasi potensi masalah yang mungkin tidak calon pembeli sadari.
Periksa sumbat pembuangan karet
Periksa apakah sumbat pembuangan karet di bawah mobil dan di bagian bawah pintu terlihat seperti baru saja dilepas.
Hal itu mungkin telah dilakukan untuk mengalirkan air banjir dari mobil.
Berhati-hatilah dengan harga murah
Waspadalah terhadap mobil bekas yang harganya jauh di bawah harga pasar, karena ini bisa menjadi tanda bahwa mobil tersebut mengalami kerusakan akibat banjir.
Mobil yang rusak akibat banjir harus dijual jauh di bawah nilai pasar, dan kecuali dealer dapat membuktikan restorasi yang ekstensif, Anda harus menghindari membelinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Waspada Hujan di Semarang Hari Ini, BMKG Prediksi Guyuran Ringan Merata Sepanjang Jawa
-
Bintangi Para Perasuk, Angga Yunanda Kesulitan Bersihkan Cat Manusia Silver
-
Ravi Selesaikan Tugas Wamil, Kembali Minta Maaf soal Pemalsuan Data Medis
-
5 Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
-
5 Shio yang Menarik Rezeki dan Kesuksesan di Akhir Maret 2026
-
Terpopuler: Daftar Kapal yang Diizinkan Lewat Selat Hormuz, Bedak Tabur Viva untuk Kontrol Minyak
-
7 Tone Up Sunscreen Terbaik untuk Hilangkan Flek Hitam dan Cerahkan Wajah
-
Harga BBM Hari Ini Semua SPBU: Pertamina, BP, Shell dan Vivo
-
7 Fakta Menarik Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini 31 Maret 2026, Waspada Hujan Tak Menentu Dalam Hitungan Jam