SUARASOREANG – Penampilan Jessica Wongso yang tenang dan santai selama menjalani persidangan atau di luar persidangan pada kasus kopi sianida 2016 silam terungkap.
Saat itu Jessica sama sekali tidak menampakkan rasa takut atau cemas padahal dirinya menghadapi tuntutan tindak pidana pembunuhan berencana yang bisa menyebabkan dirinya dihukum mati.
Bahkan selama meladeni pertanyaan jaksa maupun hakim, Jessica tidak menunjukkan sikap bersalah atau menyesal.
Tidak jarang Jessica menjalani persidangan dengan senyuman dan gayanya yang santai.
Kepribadian Jessica tersebut akhirnya diungkap oleh Shandy Handika Jaksa Penuntut Umum pada persidangan kasus kopi sianida tersebut.
Menurut Shandy Jessica memiliki kepribadian ganda. Hal itu disampaikannya saat dirinya berbincang dalam Podcast Curhat bang Denny Sumargo.
“Jessica itu kalau menurut hasil psikiatri mempunyai dua kepribadian,” ujar Shandy Handika dikutip Suara.com pada Selasa (10/10/2023).
“kadang dia bisa baik, dia kadang bisa langsung marah dan lain sebagainya,” sambungnya.
Shandy menjelaskan untuk mengungkap kasus tersebut pihaknya bekerjasama dengan kepolisian Australia untuk melakukan profiling terhadap Jessica.
Baca Juga: Baim Wong Ucapkan Selamat ulang Tahun Pada Jessica Wongso Meski Tak Saling Kenal: di Hati Saya...
“Dia pernah dirawat di satu rumah sakit setelah berantem dengan mantan pacarnya di situ dia berusaha mencoba bunuh diri dengan menyalakan kompor gas,” imbuhnya.
Dari hasil BAP Kristi, Jessica juga pernah menyampaikan kata-kata kasar kepada Kristi satu diantara temannya.
Menurut Shandy, itu menjadi bagian dari bukti bahwa orang kepribadian seperti ini ternyata mempunyai keinginan juga untuk melakukan kekerasan terhadap orang lain.
Prof. Eddy H saksi ahli pada persidangan tersebut juga menambahkan bahwa sebenarnya banyak yang diperoleh dari kepolisian Australia tetapi ada hal-hal yang bersifat private yang itu tidak bisa di keluarkan di publik.
Menurut Eddy, kepolisian Australia juga melakukan penelusuran digital forensik melalui dr. Natalie seorang psikiatri kehakiman.
Pada tahun 2015 dr. Natalie menemukan Jessica menonton film The Hateful Egg, film yang mengisahkan bagaimana seorang koboi membunuh tujuh temannya dengan racun sianida yang dicampur dengan kopi.
“Ada juga dari digital forensik Jessica itu men-search mengenai racun sianida itu seperti apa,” kata Prof. Eddy.
Prof. Eddy juga menegaskan Jessica bisa dipastikan lolos jika dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan lie detector.
“Ahli fisiognomi Prof. Ronny Nitibaskara pernah mengatakan ke saya orang seperti Jessica itu mau menggunakan lie detector secanggih apapun tidak akan terdeteksi,” ujar Eddy.(*)
Berita Terkait
-
Jessica Wongso Pilih Sendirian di Sel Kecil Ketimbang Bareng Tahanan Lain, Mukanya Terlihat Panik
-
Nasib Kafe Olivier Usai Jadi TKP Pembunuhan Mirna 'Kopi Sianida', Kini Berubah Jadi Toko Barang Branded
-
Terkadang Baik Tapi Bisa Jadi Kasar, Prof Eddy Sebut Jessica Wongso Punya Kepribadian Ganda
-
Fakta Baru, Jessica Wongso Nonton Film Pembunuhan Pakai Sianida Setahun Sebelum Bunuh Mirna
-
Sebelum 'Ice Cold', Pakar Australia Sempat Soroti Kasus Jessica Wongso: Masih Banyak Lubang
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring