Sport / Raket
Jum'at, 02 Februari 2018 | 19:49 WIB
Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, membungkam perlawanan Tinn Isriyanet/Kittisak Namdash (Thailand) di babak kedua India Open 2018, Kamis (1/2). [Humas PBSI]

Suara.com - Tersisa dua tahapan lagi yang harus dijalani Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon untuk pertahankan gelar di ajang India Open 2018.

Ini setelah Kevin/Marcus menyingkirkan wakil tuan rumah Manu Attri/Sumeeth Reddy (India), di perempat final, Jumat (2/2/2018), dengan skor 21-19 dan 21-19.

Sesuai janji mereka yang tidak mau terlambat panas, pasangan ganda putra andalan Indonesia ini langsung melesat memimpin jauh 11-5 di interval game pertama.

Namun, perlahan tapi pasti, Manu/Sumeeth mampu menipiskan ketertinggalan, bahkan sukses menyamakan kedudukan menjadi 19-19. Beruntung, Kevin/Marcus mampu menyelesaikan game pertama dengan skor 21-19 setelah membukukan dua poin beruntun.

Hal yang hampir serupa juga terjadi di game kedua. Kevin/Marcus sebetulnya sudah unggul jauh dalam kedudukan match point 20-12. Namun, lawan meraih tujuh poin berturut-turut dan mendekat 19-20.

Dalam kondisi genting ini, Kevin/Marcus mampu tampil tenang dan menuntaskan pertandingan dengan skor 21-19.

"Memang kami sudah unggul jauh, tapi kami mau latih pertahanan kami. Ternyata lawan (juga) masih bersemangat sekali," kata Marcus mengomentari game kedua, dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Jumat malam.

"Kami kecewa dengan keputusan hakim servis. Servis pendek saya disalahkan terus, sedangkan lawan servisnya diayun tinggi tidak dinyatakan fault. Saya sampai mau jatuh mengambil shuttlecock, dan akhirnya tidak terjangkau juga, bingung penilaiannya seperti apa," jelas Marcus.

"Waktu lawan menyusul jadi 19-20 itu memang berbahaya juga ya, tapi kami tahu kalau kami masih memegang kontrol permainan," Kevin menimpali.

Baca Juga: Pelatih: Angga / Rian Bukan Kalah Sama Lawan, Tapi...

Load More