Suara.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti mengungkapkan alasan dipilihnya Firman Abdul Khalik untuk memperkuat tim Indonesia di Piala Thomas 2018.
Pemilihan pemain 20 tahun tersebut dalam skuat Indonesia di Piala Thomas 2018 sejatinya mendapat banyak keraguan dari banyak pihak.
Jika dibandingkan dua mantan atlet Pelatnas, Tommy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncoro yang sebelumnya masuk dalam tim bayangan Indonesia untuk Piala Thomas dan Uber, Firman dinilai kalah jauh dari sisi pengalaman.
Namun menurut Susy, pemilihan komposisi tim Thomas Indonesia tidak hanya melihat dari prestasi masing-masing individu. PBSI juga mempertimbangkan kebutuhan tim, salah satunya dari segi harmonisasi.
"Untuk tunggal keempat ini kan keputusan bersama dari pelatih, pengurus, dan semua jajaran PBSI. Pertimbangannya kita harus lihat tak hanya dari prestasi perorangan, tapi memang untuk kebutuhan tim," ungkap Susy Susanti saat dihubungi Suara.com, Sabtu (5/5/2018).
Firman yang memang merupakan atlet pelatnas Cipayung dinilai memiliki komitmen dan tanggung jawab yang tinggi untuk tim. Sedangkan perkembangan Tommy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncoro tak bisa terpantau oleh PBSI karena berada diluar pelatnas.
Selain itu, dalam turnamen Badminton Asia Team Championship (BATC) 2018 di Malaysia Februari lalu, Firman menjadi sosok penting dalam kemenangan Indonesia atas Korea Selatan di babak semifinal kejuaraan beregu Asia tersebut.
Saat itu, Firman menjadi penyelamat tim saat berhasil memenangi laga penentuan melawan Lee Dong Keun, dengan skor 22-20, 11-21, 22-20.
Susy menilai, dengan penampilan bagusnya di BATC 2018, Firman telah membuktikan diri bahwa sebagai pemain muda, kualitasnya cukup bisa diandalkan.
"Bisa dibilang kemarin juga ya saat BATC 2018 jadi salah satu poin bagus buat Firman, dimana dia jadi penyelamat," kata Susy.
"Untuk pengalaman sendiri, sebenarnya di BATC kemarin, menjadi satu penilaian bahwa secara beregu Firman sudah bisa membuktikan kualitasnya," tandas Susy.
Firman akan mendampingi Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie dan Ihsan Maulana Mustofa, sebagai tunggal keempat di Piala Thomas yang akan berlangsung di Bangkok, Thailand pada 20-27 Mei 2018 mendatang.
Berita Terkait
-
China Rengkuh Gelar Ke-12, Kisah Ajaib Prancis di Piala Thomas 2026 Berakhir
-
PBSI Jangkau Akar Rumput: Gelar Festival SenengMinton 2026, Purwokerto Kota Pertama
-
Fajar Alfian Minta Maaf, Janji Tim Thomas Indonesia Bangkit Lebih Kuat
-
Sejarah Kelam Bulu Tangkis Indonesia! PBSI Minta Maaf usai Gagal di Piala Thomas 2026
-
Pengamat Heran Indonesia Gagal di Piala Thomas 2026, PBSI Diminta Lakukan Evaluasi Besar
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Marc Marquez Tertekan! Awal Buruk MotoGP 2026 Bikin Misi Juara Terancam
-
Deklarasi Bali Sepakati Enam Poin Krusial untuk Transformasi SEA Games
-
13 Atlet Panjat Tebing Indonesia Jadikan Seri Wujiang Pemanasan Asian Games
-
Pukau Publik, Pembalap Pertamina Enduro Dilirik Tim Pabrikan MotoGP
-
Erick Thohir Dorong Revolusi SEA Games: Stop Cabor Aneh-aneh, Fokus Olimpiade!
-
Hasil IHTTC 2026: Pembalap Sleman Melaju Kencang, Sayang Kena Sanksi di Sepang
-
China Rengkuh Gelar Ke-12, Kisah Ajaib Prancis di Piala Thomas 2026 Berakhir
-
Korea Selatan Juara Piala Uber 2026, Tumbangkan China 3-1 di Final
-
Kimi Antonelli Juara F1 GP Miami 2026, Hat-trick Kemenangan Beruntun
-
Regenerasi Atlet Panahan! 562 Anak Unjuk Gigi di MilkLife Archery Challenge Kudus