Suara.com - Legenda bulutangkis Indonesia, Rudy Hartono mengaku bangga dengan pencapaian Jonatan Christie pada Asian Games 2018. Hal itu setelah pebulutangkis yang akrab dipanggil Jojo itu mampu mempersembahkan medali emas bagi Indonesia.
"Tunggal putra sudah lama tidak meraih hasil tertinggi di Asian Games. Jadi nikmati kemenanganmu Jo!" kata Rudy Hartono di GOR Jaya Raya Bintaro, Tangerang, Banten, Selasa.
Jojo meraih emas tunggal putra Asian Games 2018 setelah di partai puncak mengalahkan atlet asal Chinese Taipei, Chou Tienchen dengan skor 21-18, 20-22 dan 21-15 dalam waktu 70 menit. Pencapaian ini bisa dikatakan di luar target yang ditetapkan.
Untuk meraih emas tunggal putra Asian Games, Indonesia membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu 12 tahun. Atlet Indonesia yang sukses meraih emas saat Asian Games 2006 di Doha, Qatar adalah Taufik Hidayat.
Rudy Hartono menilai perjuangan Jojo untuk meraih emas memang berliku karena harus berhadapan dengan pemain unggulan sejak awal. Namun, pemain berusia 21 tahun ini mampu menunjukkan kelasnya dengan melangkah tahap demi tahap.
"Saya melihat kekalahan di nomor beregu menjadi motivasi tersendiri bagi Jojo. Apalagi bermain di rumah sendiri. Kemenangan Jojo bisa dikatakan kebangkitan tunggal putra karena Asian Games merupakan kejuaraan dunia mini," kata Rudy.
Pemilik rekor delapan kali juara All England ini berharap apa yang diraih Jojo bisa menjadi pijakan ke level yang lebih tinggi. Melihat permainan yang diperagakan saat turun di Asian Games pihaknya optimistis pemain tunggal putra Indonesia bakal terus berkembang.
"Untuk ganda udah kelihatan termasuk pelapisnya. Sedangkan untuk tunggal putra mulai muncul. Asian Games memang jalan Jojo meraih hasil terbaik," kata pria berusia 69 tahun itu.
Pada Asian Games 2018, Indonesia menurunkan dua pemain tunggal putra yang terbilang fenomenal. Selain Jojo ada nama Anthony Ginting yang juga bermain apik dan mampu mempersembahkam medali perunggu.
Baca Juga: Siap Perpanjang Kontrak Luis Milla, PSSI Beri Target Ini
Salah satu pemain unggulan yang dikalahkan oleh Anthony Ginting adalah pemain asal Jepang yang juga juara dunia, Kento Momota. (Antara)
Berita Terkait
-
All England 2026: Tersingkir, Jonatan Christie Akui Kurang Sabar ketika Hadapi Lin Chun-yi
-
All England 2026: Jonatan Christie Soroti Shuttlecock yang Lumayan Berat
-
Daftar Wakil Indonesia di All England 2026, Banyak Pemain Debutan
-
Hasil Undian All England 2026: Ujian Berat Wakil Indonesia?
-
Juara Umum! Indonesia Borong 4 Gelar di Thailand Masters 2026
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Leo/Bagas Evaluasi Kontrol Permainan
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Rachel/Febi Optimis Bidik Gelar Juara
-
Orleans Masters 2026: Anthony Ginting Bersua Rival Lama di Babak 16 Besar
-
Hasil Undian Piala Thomas 2026, Indonesia Lawan Prancis dan Thailand di Fase Grup
-
Orleans Masters 2026: Amri/Nita Susul Dejan/Bernadine ke Babak 16 Besar
-
Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games
-
NPC Indonesia Apresiasi Pemerintah dan Berharap Atlet Bijak Manfaatkan Bonus ASEAN Para Games 2025