Suara.com - Atlet paralayang Indonesia, Lukman Baitang selamat dari gempa bumi yang terjadi di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, Jum'at (28/9/2018).
Menurut Ketua Paralayang Indonesia, Wahyu Yuda, Lukman seperti mendapat keberuntungan karena terhindar dari maut. Pasalnya, sebelum gempa terjadi, Lukman sudah lebih dulu mendapat musibah patah kaki akibat mendarat dengan cara yang salah.
Secara logika, Lukman dinilai tak akan mungkin menyelamatkan diri saat bencana yang hingga hari ini, Selasa (2/10/2018) pukul 13:00 WIB menewaskan 1.234 orang.
"Pokoknya banyak drama. Jadi sebelum gempa terjadi, ada teman kita yang cedera, patah kaki," kata Wahyu Yuda saat ditemui di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).
Wahyu menuturkan, Lukman yang langsung dibawa ke salah satu rumah sakit di kota Palu untuk mendapatkan perawatan, namun dirujuk ke tempat lain yakni Rumah Sakit Undata, Palu.
Hal itu nyatanya menjadi keberuntungan bagi Lukman. Sebab kata Wahyu, beberapa saat setelah pindah ke RS Undata, rumah sakit yang sebelumnya ditempati Lukman porak poranda akibat diguncang gempa.
"Lukman akhirnya dibawah ke salah satu rumah sakit di kawasan Palu. Tapi karena alatnya kurang, maka dipindahkan ke RS Undata. Saat gempa rumah sakit sebelumnya ambruk dan RS Undata tidak terdampak," ujar Wahyu.
Seperti diketahui, tujuh atlet paralayang menjadi korban gempa Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, yang terjadi pada Jum'at (28/9/2018). Empat atlet yakni Franky Kowaas, Petra Mandagi, Glenn Mononutu serta Ardi Kurniawan ditemukan sudah meninggal dunia.
Saat ini, tim satuan gabungan (satgas) paralayang Indonesia bersama Badan SAR Nasional (Basarnas) terus berusaha mencari tiga atlet lain yang masih belum ditemukan. Tiga atlet tersebut adalah Dong Jin (Korea Selatan), Reza Kambey, dan Fahmi Malang.
Baca Juga: Dilepas Ketika Gempa, 1.102 Napi di Sulteng Belum Kembali ke Sel
Untuk diketahui, ketujuh atlet paralayang yang menjadi korban tersebut berada di Palu untuk mengikuti ajang Palu Nomoni 2018 yang berlangsung 25-30 September.
Berita Terkait
-
Gempa di Palu, Gubernur Sulteng Minta Rumah Sakit Siaga hingga Siapkan Tempat Pengungsian
-
Dampak Gempa Palu Magnitudo 6,7: Bangunan dan Rumah Wilayah Sulawesi Rusak
-
28 September: Palu Bangkit dari Luka, Gelar Doa Lintas Agama untuk Korban Gempa
-
Viral Paralayang Tak Boleh Terbang di Bromo, Netizen: Sakral atau Takut Ketahuan...
-
Tandem Paralayang: Serunya Menikmati Indahnya Kota Batu di Atas Awan!
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Psywar Final IBL 2026: Bogor Hornbills Pamer Pemain Asing, Jeff Withey Beri Peringatan Keras
-
Bogor Hornbills Tak Gentar Hadapi Nama Besar Pelita Jaya di Final IBL 2026
-
Erick Thohir Sebut MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Sport Tourism Kelas Dunia
-
Final IBL 2026: Pelita Jaya Jakarta Waspadai 3 Pemain Asing Bogor Hornbills
-
Janice Tjen/Aldila Sutjiadi Melaju ke Semifinal Nottingham Open 2026
-
Tiket MotoGP Mandalika 2026 Resmi Dijual, Indonesia Sambut Ajang Balap Kelas Dunia Kelima Kalinya
-
Mandalika Kembali Jadi Panggung MotoGP 2026, Indonesia Incar Efek Besar Pariwisata
-
Alex Marquez Berpeluang Comeback di MotoGP Ceko 2026, Tunggu Hasil Pemeriksaan Medis
-
Bos Mercedes Enggan Hadapi Lewis Hamilton dalam Perebutan Gelar Juara Dunia
-
Insiden Terpeleset di Sydney Berbuntut Panjang, Tim Fisio Ungkap Kondisi Anthony Ginting