Suara.com - Penggemar balap jet darat serta dunia umum mengenal sosok Michael Schumacher (49) sebagai salah satu dari legenda Formula One (F1) dengan reputasi tak tertandingi. Tujuh kali menjadi juara dunia, serta turut mengharumkan nama tim sebagai jawara konstruktor. Paling kentara tentu saja Scuderia Ferrari.
Malang tak dapat ditolak, beberapa hari setelah boxing day Natal 2013, ia mengalami celaka saat bermain ski di kawasan French Alps. Kepalanya terantuk batu. Sejak itulah perbincangan tentang kesehatan Michael Schumacher tak pernah usai.
Mulai kondisi koma yang dialami, sampai bagaimanakah kondisi sejatinya. Rumor berkembang, di mana ia dikabarkan tak pernah mencapai kesadaran sepenuhnya.
Dan dunia luar baru menghentikan keingintahuan ini, setelah Corinna Betsch Schumacher, istrinya, melansir pernyataan agar publik tidak lagi memburu-buru berita tentang Michael Schumacher dan keluarganya demi ketenangan dalam upaya penyembuhan sang bintang.
Kini, setelah segala pemberitaan tentang Michael Schumacher reda, pihak keluarga justru memberikan rekaman wawancaranya kepada sebuah situs legenda F1 dan telah diposting baru-baru ini. Demikian diungkap oleh tabloid The Sun (21/11/2018).
Video ini dibuat pada 30 Oktober 2013, atau sekitar dua bulan sebelum Michael Schumacher mengalami cedera otak. Di situ terungkap, bahwa sebagai juara dunia ia tidaklah seperti yang diduga banyak pihak. Terus-terang ia mengungkapkan, bahwa dirinya masih memiliki keraguan.
Halaman berikut adalah isi dari videonya.
"Saya selalu merasa tidak cukup bagus," demikian tutur Michael Schumacher dalam tayangan video seperti diberikan pihak keluarganya.
"Rekor itu benar-benar sesuatu, akan tetapi saya pikir sangatlah penting untuk tidak terlalu percaya diri. Lebih baik bersikap skeptis, agar bisa melihat adanya kemajuan."
Baca Juga: Momen Ini Bikin Baim Wong Nangis saat Nikahi Paula Verhoeven
Untuk itu ia perlu bekerja keras sehingga bisa berhasil, seperti kemudian dikenal publik dan para penggemarnya.
Menurut driver bernama panggilan Schumi ini, kemenangannya yang paling mengesankan adalah saat berhasil merengkuh juara dunia bersama Ferrari pada 2000.
"Setelah 21 tahun Ferrari "puasa", empat tahun saya gagal, akhirnya, dalam sebuah kejuaraan akbar, kami bersama memenangkan kejuaraan dunia," tandasnya.
Ia meraih dua kali juara dunia bersama tim Benetton (1994, 1995), serta lima kali bersama tim Ferrari secara beruntun (2000 - 2004).
Schumi juga menyebutkan bahwa Mika Hakkinen (McLaren) adalah rival terberatnya. Dengan pernyataan, "Sosok yang paling saya hormati di masa-masa 90-an adalah Mika Hakkinen. Meski di trek saling berseteru, akan tetapi kami memiliki hubungan pribadi yang stabil."
Sampai saat ini, Michael Schumacher disebutkan masih dirawat di kediamannya, menghadap Lake Geneva, Jenewa, Swiss. Setelah mengalami koma medis, ia telah dua kali dioperasi pada bagian kepala. Kabarnya, biaya perawatan per minggu mencapai GBP 115.000 dan totalnya kini mencapai GBP 20 juta.
Ia dirawat di rumah mulai 2015 dan diawasi secara langsung oleh para pakar dari Lausanne University Hospital. Felix Damm, pengacaranya menyatakan pada 2016 bahwa kondisi Michael Schumacher adalah "tidak bisa berjalan."
Halaman berikutnya adalah tentang perkembangan Michael Schumacher sejauh ini.
Dari kondisi tidak bisa melangkahkan kaki itu, Paris Match menyebutkan memperoleh data dari kerabat dekat Corinna dan Schumi. Diturunkan tulisan bahwa juara dunia F1 tujuh kali itu mesti duduk di atas kursi roda, serta didorong.
Dan manakala menyimak pemandangan alam indah di depan Lake Geneva, tak jarang Schumi tampak meneteskan air mata.
Sang putra, Mick Schumacher (19) yang bermain ski bersama Schumi saat petaka terjadi menyatakan bahwa ia mesti menghadapi dan menerima kondisi ayahnya. Bukan dengan kesedihan, melainkan harapan.
Termasuk semangat untuk terus turun balapan, serta menghadiri berbagai acara berkenaan balap formula atau single seater. Salah satunya saat memberikan penghargaan kepada Kimi Raikonnen (Ferrari) sebagai peraih pole di GP F1 Italia 2018.
Cepat sembuh, Schumi! Dunia F1 merindukanmu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Jakarta Electric PLN Mobile Tumbangkan Medan Falcons di Putaran Kedua Proliga 2026
-
PB Djarum Gelar Kejuaraan Klub Mitra 2026: Adopsi Format Piala Thomas, Uber, dan Sudirman
-
Alasan Bank Jakarta Bantu Pelita Jaya Arungi IBL 2026
-
Bank Jakarta Gandeng Pelita Jaya, Targetkan Prestasi dan Sport Tourism
-
Jorge Martin Pulih dari Cedera, Siap Ikuti Tes MotoGP di Buriram
-
Satu Hati untuk Jakarta: Pelita Jaya dan Persija Resmi Berkolaborasi
-
Jelang GFNY Belitung 2026, Komunitas Roadbike Jakarta Gelar Group Ride 40 Km
-
Anthony Garbelotto Bongkar Kunci Kestaria Bengawan Solo Jungkalkan Dewa United
-
BWF Ubah Format Indonesia Open Jadi 11 Hari, PBSI: Kesempatan Emas untuk Pebulu Tangkis
-
Menggiurkan! BWF Ubah Aturan Bulu Tangkis: Jadwal Makin Padat, Hadiah Tembus Rp452 M