Suara.com - Mantan pebalap motor Indonesia, Muhammad Fadli Imammuddin menilai Dimas Ekky Pratama bisa tampil bersinar di ajang Moto2 musim depan. Fadli menyebut persaingan di Moto2 sangat terbuka bagi semua pebalap.
Seperti diketahui, Dimas Ekky dipastikan akan tampil penuh pada ajang Moto2 musim 2019. Rider 26 tahun itu akan mengaspal bersama tim Idemitsu Honda Team Asia.
Sebelum mendapat kesempatan emas ini, Dimas Ekky lebih dulu berlaga di ajang CEV Moto2 European Championships 2018 bersama Astra Honda Racing Team (AHRT).
Di ajang CEV Moto2 European Championships 2018, rider kelahiran Depok itu mampu menempati posisi kelima klasemen akhir dengan koleksi 91,5 poin.
Bahkan dirinya mampu naik podium ketiga saat mengaspal di seri keenam yang berlangsung di Sirkuit Albacete, Spanyol.
"Saya rasa semua pebalap pada Moto2 2019 punya peluang yang sama. Tidak ada unggulan karena setiap tim mereset data mesin mereka," ujar M. Fadli saat dihubungi awak media, Selasa (27/11/2018).
M. Fadli yang kini berkarier sebagai pebalap sepeda disabilitas menyebut, Dimas Ekky harus benar-benar bisa memanfaatkan kesempatan emas tampil di Moto2.
Fadli yang juga pernah mencicipi balapan Moto2 pada 2013, berharap Dimas Ekky bisa tampil konsisten.
"Hal ini harus bisa dimanfaatkan Dimas. Persaingan sangat terbuka, tinggal bagaimana dia bisa konsisten di setiap balapan," beber Fadli yang pernah mencicipi balapan Moto2 pada 2013.
Baca Juga: Albon ke Toro Rosso, Daftar Pebalap ASEAN di Ajang F1
Dalam tes pramusim Moto2 2019 di Sirkuit Jerez, Spanyol, penampilan Dimas Ekky cukup baik. Dari hasil gabungan tes yang dilakukan selama tiga hari, pebalap berjuluk Red Forehead itu menempati peringkat ke-24 dari 31 pebalap.
Berita Terkait
-
Wakil Indonesia Menggila di Moto4 Asia Cup 2026, Bintang Tembus Papan Atas Klasemen
-
4 Pebalap Muda Indonesia Siap Panaskan Aspal Moto4 Asia Cup 2026 di Thailand, Cek Jadwal Race-nya
-
Bangga! Mario Suryo Aji Pakai Helm Bertema Majapahit di Ajang Moto2 2026
-
Peluang Pedro Acosta ke Ducati Lenovo? Pilihan Paling Realistis
-
Susunan Pebalap Moto2 musim 2026: Ada Rider dari Magetan Mario Aji
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Janice Tjen Berpotensi Hadapi Petenis Putri No.1 Dunia di Indian Wells
-
Perang Saudara di All England 2026, Fajar/Fikri Bertekad Hapus Rekor Buruk Lawan Raymond/Joaquin
-
Strategi Jitu Bawa Fajar/Fikri ke Babak Kedua All England 2026
-
Final Four Proliga 2026: Megawati Hangestri Fokus Evaluasi, Ingin Kolektivitas Tim Dibenahi
-
Final Four Proliga 2026: Megawati Ingin Jakarta Pertamina Enduro Ulangi Prestasi Musim Lalu
-
All England 2026: Tersingkir Awal, Leo/Bagas Kaget Permainan Ganda Taiwan Aktif dan Powerful
-
All England 2026: Fajar/Fikri Hadapi Raymond/Joaquin di Babak Kedua, Sang Senior Punya Rekor Buruk
-
All England 2026: Karpet Abu-abu Bikin Salfok, tapi Raymond/Joaquin Tetap Sikat Ganda Korsel
-
All England 2026: Tersingkir Awal, Rachel/Febi Akui Belajar Banyak dari Ganda China
-
Tundukkan Jakarta Livin Mandiri 3-0, Jakarta Electric PLN Mobile Raih Tiket Final Four Proliga 2026