Suara.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti, berharap diskorsingnya Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira bisa menjadi pembelajaran. Susy meminta atlet penghuni pelatnas lainnya untuk tak mengulangi kesalahan pebulutangkis 24 tahun tersebut.
Sebagaimana diketahui, PBSI memberikan hukuman skorsing enam bulan kepada Wahyu. Pebulutangkis spesialis ganda putra itu dianggap melanggar peraturan PBSI terkait larangan bermain di liga bulutangkis profesional.
PBSI menyebut nama Wahyu kedapatan tercantum dalam salah satu klub yang berlaga di liga bulutangkis profesional Malaysia pada Desember 2018 lalu. Padahal, secara aturan, PBSI sangat melarang para pemainnya berlaga di luar pelatnas.
Pelatih ganda putra pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi sendiri sudah memberi penjelasan bahwa anak didiknya itu tak bermain di Malaysia. Namun, Herry menyebut Wahyu secara terang-terangan mengetahui jika namanya 'dipinjam' oleh salah satu klub.
Menurut Susy, kasus yang melibatkan Wahyu Nayaka tak bisa dianggap enteng. Sebab, dirinya khawatir, jika tak ditindak tegas, kasus-kasus seperti itu bakal marak terjadi pada atlet pelatnas lainnya.
"Sekarang begini, kalau seumpama (kasus Wahyu ini) kita diamkan, yang namanya Kevin (Sanjaya), Jonatan Christie, bisa saja dicatut juga di liga (bulutangkis) China. Kalau itu terjadi terus bagaimana?," ujar Susy Susanti saat dihubungi Suara.com, Kamis (17/1/2019).
Menurut Susy, peraturan terkait larangan para pemain pelatnas mengikuti liga bulutangkis profesional adalah mutlak. Bahkan, saat para penyelenggara liga profesional seperti Premier Badminton League (PBL India) memberikan undangan agar atlet pelatnas turut berpartisipasi, PBSI langsung menolak.
Susy menyebut, PBSI naik pitam karena menganggap Wahyu sebenarnya tahu dan justru membiarkan jika namanya dicatut salah satu klub Malaysia.
"Sekararang, kalau memang namanya dicatut tanpa persetujuan, Wahyu harusnya bisa menuntut loh. Tapi kan tidak, sudah begitu dia (juga) tidak memberitahu kita," beber Susy geram.
Baca Juga: Malaysia Masters: Indonesia Pastikan Satu Tempat di Semifinal Ganda Putri
"(Lalu) dimana wajah PBSI kalau seperti itu? Seenaknya dipermainkan negara lain, mau? Padahal dalam aturan PBSI sebelumnya sudah jelas mereka (penyelenggara liga bulutangkis profesional) meminta izin pun kita sudah tolak. Jadi (pemain pelatnas) tidak bisa seenaknya," tukasnya.
Berita Terkait
-
PBSI Berharap Gelar Thailand Masters 2026 Jadi Awal Kebangkitan Leo/Bagas
-
Dua Kali Kalah Beruntun di Final, PBSI Beberkan Kekurangan Raymond/Joaquin
-
Juara Thailand Masters, Fadia/Tiwi Masih Punya PR Besar dari Eng Hian
-
Pertama Kali Juara Super 300, Ubed Ditarget PBSI Tembus Top 15 Ranking BWF Tahun Ini
-
Juara Umum Thailand Masters 2026, PBSI Tegaskan Tahun Ini adalah 'Tahun Prestasi' Menuju Olimpiade
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
Klasemen IBL 2026 Jelang Pekan Keenam: Satria Muda di Puncak, Pelita Jaya Menguntit
-
Jadwal Lengkap IBL 2026 Pekan Ke-6: Menanti Aksi Juara Bertahan dan Derbi Jakarta
-
Fun Walk Meriahkan Milad 4 Windu Nurul Fikri, Satukan 700 Peserta dalam Semangat Kebersamaan
-
Ribuan Pelari Padati GBK, Gerakan 'Care for Sumut' Kumpulkan Dana Pemulihan Bencana
-
Group Ride Roadbike di Belitung Jadi Pemanasan Menuju Ajang Balap Sepeda Dunia GFNY 2026
-
BATC 2026: Prahdiska Bagas Shujiwo Menang Dramatis Meski Cedera, Indonesia Unggul 2-1 atas Thailand
-
Carabao Billiards Indonesia Cetak Sejarah, Tiga Turnamen Internasional Sekaligus Pecahkan Rekor MURI
-
Pelita Jaya Dapat Dukungan Tambahan dalam Mengarungi IBL 2026
-
Cetak Sejarah, Produk Cokelat Asal Indonesia Resmi Jadi Sponsor Gresini Racing di MotoGP
-
Libas Unggulan Kedua, Janice/Eala Maju ke Semifinal Abu Dhabi Open 2026