Sport / Raket
Jum'at, 19 Juli 2019 | 17:10 WIB
Legenda bulutangkis nasional, Liliyana Natsir, ditemui saat menyaksikan pertandingan Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (18/7). [Suara.com/Arief Apriadi]

Saya salut juga sama penonton yang stand by sejak pagi, mengantre beli tiket, nonton sampai malam.

Kalian luar biasa, karena saya baru merasakan. Selama ini jadi atlet yang kita pikirkan persiapan. Ternyata jadi penonton juga capek.

2. Mungkinkah dengan kehadiran Anda di Istora Senayan justru membebani pemain?

Enggak sih. Kalau ambil negatifnya jadi beban. Kalau disuport kan ambil positifnya ditonton langsung. Tergantung dia menyikapinya.

Tapi kalau positifnya, disuport nih oleh Cik Butet, dia menonton langsung. Mungkin Cik Butet bisa memberi masukan kelebihan dan kekurangannya seperti apa.

Kadang-kadang kalau tak formal ketemu kan saya sering ngasih pengalaman kalau ketemu.

3. Artinya respons mereka baik dengan ditonton Anda secara langsung?

Responnya sih baik. Terutama mantan partner saya yang narsis itu loh (Tontowi). Dia justru kalau ditonton terus senang.

Enggak tahu ya, saya lihat kalau Owi berhasil mencetak poin atau apa di pertandingan Indonesia Open 2019, dia suka melirik, terus tadi menang dia itu dadah-dadah (ke saya).

Baca Juga: Indonesia Open: Takluk dari Wakil Malaysia, Tontowi / Winny Salah Strategi

Wah saya bilang, "Wah nih Owi meledek, songong dia, meledek nih".

4. Bicara tentang ganda campuran Indonesia. Sektor tersebut masih kerap diidentikan dengan sosok Liliyana Natsir. Bagaimana Anda menyikapi hal itu?

Karena mungkin pecinta bulutangkis belum move on. Ya, wajar kadang-kadang juga saya masih ikut ditandai juga.

Kesel sih enggak, cuma saya jadi baca, oh, mungkin ekspetasinya tinggi ya waktu Tontowi/Liliyana saat main, dan sampai sekarang masih kangen lah.

Tapi saya pikir cepat atau lambat dengan prestasinya Tontowi/Winny yang sudah sampai sekarang masuk delapan besar, lama-lama akan move on.

Jadi biar waktu yang menjawab.

5. Tapi Anda sendiri sudah move on dari Tontowi?

Sudah sih. Saya juga sudah jarang ke pelatnas, malah hampir tak pernah. Makanya banyak yang bilang sombong nih.

Memang sudah move on sih. Cuma maksudnya kadang-kadang kasihan sama Winny-nya karena kerap dibandingkan dengan saya.

Untung anaknya sedikit cuek kan, cuma kalau enggak cuek kan pasti baper juga.

Saya berharap ke depannya dia bisa lebih baik dengan Tontowi dan tunjukan bahwa dia layak diandalkan.

6. Bagaimana dengan Tontowi? Apakah Anda melihat dia juga sudah bisa move on?

Ya sejujurnya menurut saya dia belum terlalu move on. Dia berusaha keras menutupinya.

Tapi saya lihat sih sejauh ini melihat dia main di lapangan dia sudah bisa jadi leader.

Bisa buat winny tenang. Jadi saya pikir cukup baik.

7. Bagaimana Anda melihat progres Tontowi/Winny?

Hasilnya lumayan ya, bisa masuk delapan besar di beberapa turnamen. Tapi memang belum bisa sampai juara. Tapi saya bilang kan butuh proses.

Yang penting Tontowi sabar, mau membimbing Winny. Tontowi jangan berpikir bahwa saat dengan saya bisa juara terus, dan mau hasil itu cepat-cepat saat bersama Winny.

Ingin boleh, tapi lihat Winny dan prosesnya. (Bersambung)

Load More