Sport / Raket
Senin, 09 September 2019 | 20:55 WIB
Audisi umum pencarian bakat PB Djarum. [Dok. PB Djarum]

Suara.com - Polemik yang terjadi antara PB Djarum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) masih menjadi berita panas di dunia olahraga Indonesia hari ini, Senin (9/9/2019).

Salah satu usulan yang muncul adalah terkait penggantian nama audisi. Usulan itu muncul dari mantan Komisioner KPAI Erlinda.

"Kenapa tidak kita ganti saja, bukan audisi Djarum, tapi misalnya audisi bulutangkis anak berprestasi atau silakan saja dengan nama-nama yang lain," ujar Erlinda.

Berikut 5 berita hot olahraga di Tanah Air selengkapnya:

1. Mantan Komisioner KPAI Usulkan PB Djarum Ganti Nama Audisi

Audisi umum pencarian bakat PB Djarum. [Dok. PB Djarum]

Mantan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda mengusulkan PB Djarum mengganti nama audisi pencarian bakat bulutangkis.

Hal ini dikatakan Erlinda usai menemui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Istana Kepresiden, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Baca selengkapnya

2. Ini Klarifikasi KPAI soal Tudingan Eksploitasi Anak pada Audisi PB Djarum

Baca Juga: PB Djarum Stop Audisi Bulutangkis, Begini Respons Ahsan

Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty. [Suara.com/Teguh Lumbiria]

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengklarifikasi terkait pernyataan yang dianggap menuding PB Djarum mengeksploitasi anak-anak untuk mempromosikan Djarum yang identik dengan rokok.

Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty mengatakan bahwa pihaknya ingin menghentikan eksploitasi anak pada audisi bulutangkis PB Djarum yang mengharuskan anak memakai kaos dengan branding Djarum.

Baca selengkapnya

3. PB Djarum Dituding Eksploitasi Anak, Wali Kota Solo: Salah Besar!

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo saat ditemui di kantornya. [Suara.com/Ari Purnomo]

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo meradang ketika ditanya perihal PB Djarum yang menghentikan audisinya lantaran dituding telah melakukan eksploitasi terhadap anak.

Rudy menilai bahwa dalam ajang pencarian bakat pebulutangkis itu tidak ada unsur eksploitasi terhadap anak.

Load More