Suara.com - Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil mewujudkan target meraih medali emas SEA Games 2019. Target itu tercapai usai mengalahkan Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong, Senin (9/12/2019).
Bertanding di Muntilupa Sports Complex, Filipina, Greysia/Apriyani menang dua game langsung, dengan skor 21-3 dan 21-18.
Medali emas ini merupakan yang pertama bagi Greysia/Apriyani di kancah SEA Games. Mereka tercatat telah dua kali mengikuti multievent se-Asia Tenggara ini.
Pada keikutsertaan pertama di SEA Games 2017 di Malaysia, Greysia/Apriyani sudah tersingkir sejak babak pertama.
"Puji Tuhan kami ditugaskan untuk meraih emas dan bisa merealisasikannya. Bersyukur sekali, terutama saya setelah 14 tahun. Rasanya tentu bangga dan senang. Ini proses buat kami berdua," ujar Greysia dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Senin siang.
"Alhamdulillah saya bersyukur kepada Allah SWT. Kami juga bersyukur kami tidak cedera, kami dikasih sehat di lapangan dan Alhamdulillah kami dikasih emas pada SEA Games kali ini," tutur Apriyani.
"Dua tahun lalu kami kalah di babak pertama. Semoga ini menjadi batu loncatan untuk kami berdua. Saya bangga dan senang sekali," kata Apriyani menambahkan.
Greysia/Apriyani memulai game pertama tanpa kendala. Mereka berhasil merebut kemenangan telak dengan skor 21-3.
Perlawanan baru ditunjukkan oleh Chaladchalam/Muenwong di game kedua. Namun Greysia/Apriyani masih bisa mengatasi hal tersebut.
Baca Juga: Greysia / Apriyani Sumbang Emas Terakhir Tim Bulutangkis Indonesia
"Kami menyiapkan yang terbaik dulu, mentalnya dulu yang penting," tutur Greysia terkait pertandingan final SEA Games 2019.
"Dari awal sebelum masuk lapangan juga kami sudah di-briefing harus main seperti apa dengan lapangan yang berangin. Karena memang hari ini kondisinya berubah lagi. Secara mental dan pikiran kami sudah siap menghadapi Thailand," jelas Greysia.
Medali emas ini sendiri jadi yang ketiga untuk Indonesia dari cabang olahraga bulutangkis.
Dua medali emas SEA Games 2019 sebelumnya dipersembahkan oleh tim putra dari nomor beregu, dan pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.
Tag
Berita Terkait
-
Bawa Pulang Medali Perak SEA Games 2019, Ruselli: Bersyukur Saja
-
Unggul Lebih Dulu, Ruselli Hartawan Gagal Rebut Emas SEA Games 2019
-
Hendro Juarai Jalan Cepat 20 Km, Indonesia Raih Emas ke-4 dari Atletik
-
SEA Games: Selamatkan Atlet Indonesia, Peselancar Filipina Dipuji Jokowi
-
Kandaskan Malaysia, Praveen / Melati Raih Emas SEA Games 2019
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Finis Kelima dalam Debut Moto3 Thailand, Veda Ega Pratama Langsung Ukir Sejarah
-
Fokus dan Kendalikan Euforia, Putri KW Siap Hadapi All England
-
Gloria Emanuelle Widjaja Petik Pelajaran usai Terhenti di Semifinal German Open 2026
-
Terhenti di Semifinal German Open 2026, Tiwi/Fadia Siap Bangkit di All England
-
Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran
-
Kasus Kekerasan Atlet Panjat Tebing: Menpora Buka Layanan Aduan, Komisi X Desak Sanksi Maksimal
-
Waspadai Wakil China, Tiwi/Fadia Tekad Kurangi Error di Semifinal German Open 2026
-
Lolos ke Semifinal, Gloria Emanuelle Widjaja Bertekad Akhiri Kutukan Runner-up di German Open 2026
-
Proses Bangun Chemistry Berlanjut, Apriyani/Lanny Petik Pelajaran Berharga di German Open 2026
-
Marco Bezzecchi Jadi yang Tercepat di FP1 MotoGP Thailand 2026