Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Jum'at, 20 Desember 2019 | 09:05 WIB
Atlet renang Indonesia, I Gede Siman Sudartawa, di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (19/12/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Suara.com - Perenang andalan Indonesia, I Gede Siman Sudartawa berharap PRSI selaku induk olahraga renang Tanah Air bisa menggelar pemusatan latihan jangka panjang.

Menurut perenang asal Bali itu, cabang olahraga akuatik khususnya renang sangat memerlukan persiapan berkala.

Tanpa itu, lanjut Siman, para perenang bakal kesulitan menjaga konsistensi penampilan.

"Idealnya itu persiapan satu tahun full. Seperti SEA Games 2017, kita berhasil meraih empat medali emas karena training camp selama satu tahun penuh di Bali," ujar Siman di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Pernyataan Siman terdengar masuk akal bila melihat prestasi yang digapai timnas renang Indonesia di ajang SEA Games 2019.

Alih-alih bisa mempertahankan raihan empat medali emas di SEA Games 2017 Malaysia, timnas renang Indonesia justru tampil melempem.

Hal itu salah satunya karena persiapan yang kurang matang.

Perenang Indonesia, I Gede Siman Sudartawa, menunjukkan medali emasnya usai menjuarai final renang 50 meter gaya punggung putra SEA Games XXIX di National Aquatic Centre, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (21/8/2017) malam. [Antara/Sigid Kurniawan]

Siman dan kawan-kawan diketahui baru menggelar pelatnas secara intensif pada 2,5 bulan sebelum SEA Games 2019.

Dari empat nomor yang ditarget merebut medali emas, hanya 50 meter gaya punggung putra yang berhasil memenuhi ekspektasi lewat Siman seorang.

"Harapan saya persiapan (untuk tahun depan) bisa lebih baik lagi. Jangan persiapan instan atau singkat yang cuma 2,5 bulan," beber Siman.