Suara.com - Indonesian Basketball League (IBL) 2020 baru berjalan dua seri yakni Semarang dan Bandung. Namun, klub-klub peserta tak segan mengambil keputusan untuk membongkar pasang susunan pemain asing.
Jelang bergulirnya IBL 2020 seri III Jakarta, sudah tiga klub-- Amartha Hangtuah, Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja, dan Pelita Jaya-- mengambil opsi pergantian pemain asing.
HangTuah mendepak Darnell Martin yang dinilai kurang berkontribusi di dua seri terakhir. Posisinya digantikan Emilio Parks, mantan pemain BPD DIY Bima Perkasa Jogja.
Sementara Bima Perkasa langsung menghabiskan dua jatah pergantian pemain asing sekaligus. Mereka mencoret David Vincent Seagers dan Blake Ty Truman. Seagers dan Truman digantikan Filip Pejovic dan Mamadou Diakite.
Sedangkan Pelita Jaya Bakrie juga memutuskan untuk mencoret satu pemain asingnya yaitu Stephen Deangelo Battle. Sosok pengganti pemain asal Amerika Serikat itu hingga kini belum diumumkan Pelita Jaya.
Menurut pemain lokal Pelita Jaya, Adhi Pratama Prasetyo Putra, praktik pergantian pemain asing di seri-seri awal IBL 2020 merupakan konsekuensi dari masalah yang lebih besar. Hal itu, kata Adhi, lantaran sangat singkatnya jumlah pertandingan IBL selama satu musim.
Sebagaimana diketahui, IBL 2020 hanya menyelenggarakan delapan seri reguler ditambah babak playoff yang akan berlangsung mulai babak perempat final. Merujuk seri reguler sendiri, 10 tim peserta hanya mendapat jatah memainkan maksimal 18 laga selama satu musim.
"Peraktik bongkar pasang pemain asing ini karena sedikitnya jumlah laga di IBL dalam satu musim. Jadi kebanyakan klub bergerak cepat untuk mengganti pemain asing yang kurang perform," ujar Adhi Pratama saat dihubungi Suara.com, Selasa (28/1/2020).
"Karena waktu untuk adaptasinya lagi tak banyak. Klub-klub pasti tak ingin berjudi dengan mengganti pemain asing saat musim telah memasuki babak playoff," tambahnya.
Baca Juga: Mengenang Kobe Bryant, Legenda Basket yang Memikirkan Kesehatan Mental Anak
Kendati memaklumi fenomena tersebut, Adhi yang merupakan pemain langganan tim nasional (Timnas) Indonesia, tak menampik jika perubahan susunan pemain asing yang begitu cepat, memiliki dampak negatif, khususnya bagi para penggawa lokal.
Para pemain Indonesia disebut Adhi jadi kesulitan untuk beradaptasi lantaran kembali berubahnya struktur susunan pemain. Di samping itu, para pemain lokal juga butuh kerja ekstra karena perlu membantu pemain impor baru untuk cepat nyetel dengan sistem.
"Ya 18 laga ini sebenarnya kurang ya. Tapi saya juga menyadari bahwa Indonesian Basketball League sudah berusaha, dan butuh waktu untuk mengubah itu. Secara kualitas permainan sih saya rasa IBL sudah bagus ya, bisa dilihat sekarang setiap laga berlangsung sangat kompetitif," jelas Adhi.
"Tapi ke depannya, saya berharap jumlah laga setiap musimnya bisa lebih banyak. Karena itu akan sangat membantu kami sebagai pemain lokal untuk menambah jam terbang dan pengalaman lebih," tambahnya.
Berita Terkait
-
Format Draft Kapten dan 1 On 1 Challenge Sukses, IBL All-Star 2026 'Pecah' di Bandung
-
Alasan IBL All-Star 2026 Digelar di Bandung: Kota Basket yang Tak Pernah Mati
-
IBL All-Star 2026 Hadirkan Konsep Baru: Gabungkan Basket, Musik, dan Lifestyle
-
Bukan Sekadar Statistik, Popularitas Jadi Kunci Pemain Tembus Skuad IBL All-Star 2026
-
Hasil IBL 2026: Pelita Jaya Makin Tak Terbendung, Rajawali Medan Korban Berikutnya
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Debut Pelatih di Thomas Cup 2026, Hendra Setiawan Akui Lebih Pusing Daripada Jadi Pemain
-
Final Four Priloga 2026: Jakarta Lavani Kalahkan Surabaya Samator 3-0
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Sejarah! Jakarta Jadi Tuan Rumah Edisi Perdana Piala Dunia Rallycross
-
Final Four Proliga 2026: LavAni Butuh Kemenangan Atas Bhayangkara untuk Juarai Putaran Kedua
-
Musda Perbasi Jabar Diulang? Epriyanto Kasmuri Bingung, DPP Dituding Bikin Keputusan Janggal
-
Satria Muda Datangkan Dua Pemain Asing Baru, Bidik Juara IBL 2026
-
Ikuti Kejuaraan Internasional, Riders Pushbike Asal Sleman Raih Podium 1 di Thailand
-
Statistik Ngeri Aj Bramah saat Pacific Revans Satya Wacana: Hampir Triple-Double!
-
Misi Cetak Karateka Dunia, PP ASKI Tingkatkan Kualitas Pembinaan hingga Wasit Jelang Kejurnas