Suara.com - Seri IV Indonesian Basketball League (IBL) 2020 yang berlangsung di Yogyakarta tak hanya menyajikan pertandingan reguler. Bakal ada aksi hiburan bertajuk IBL All Star 2020 pada hari penutup, Minggu (9/2/2020).
IBL All Star telah berlangsung selama tiga musim ke belakang. Namun, khusus di edisi tahun ini, terdapat sedikit perbedaan format terkait ajang penuh aksi dan hiburan itu.
Pada tiga musim lalu, IBL All Star mempertemukan para pemain favorit pilihan penggemar dari Divisi Merah dan Divisi Putih.
Di tahun 2020, format itu berubah dengan mempertemukan pemain favorit di empat seri terakhir melawan Timnas basket Indonesia, yang di IBL 2020 menggunakan nama Indonesia Patriots.
Format itu dipilih lantaran IBL 2020 sudah tidak mengunakan pembagian divisi. Sebelum babak play-off, IBL 2020 hanya menggunakan klasemen tunggaldi musim reguler.
Direktur IBL Junas Miradiarsyah mengatakan bahwa tiket IBL All Star 2020 sudah bisa dipesan melalui online maupun on the spot, dengan rentang harga Rp 35 ribu hingga Rp 400 ribu.
"Tiket sudah bisa dipesan lewat online, kami juga menyediakan pembelian tiket on the spot," kata Junas dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Sabtu (8/2/2020).
Pembelian tiket online bisa diakses penonton melalui Go-Tix. Bagi pembeli tiket di harga Rp 400 ribu, nantinya bakal mendapat kesempatan bertemu para pemain bintang plus membawa pulang jersey All Star.
Berikut skuat IBL All Star 2020 yang akan menghadapi Indonesia Patriots di GOR Among Rogo Yogyakarta, Minggu (9/2/2020):
Baca Juga: Bertolak ke Filipina, Kevin Sanjaya Cs Antisipasi Penularan Virus Corona
Pilihan Penggemar:
Daniel Wenas (Louvre Surabaya), Gary Jacobs Jr (Satria Muda Pertamina), Kelly Purwanto (Amartha Hangtuah), Savon Goodman (Louvre Surabaya) dan Adhi Pratama Prasetyo Putra (Pelita Jaya Bakrie).
Pilihan Pelatih:
Galank Gunawan (Louvre Surabaya), Laqavious Kasakha Cotton (Amartha Hangtuah), Nuke Tri Saputra (Bima Perkasa Jogja), Respati Ragil Pamungkas (Pelita Jaya Bakrie) dan Montrell Williams (Satya Wacana).
Pelatih: Ocky Tamtelahitu (Pelita Jaya Bakrie).
Berita Terkait
-
IBL 2020: Gabung Bima Perkasa, Pejovic Siap Dimainkan di Posisi Center
-
Seri III IBL 2020: Timnas Indonesia Tekuk Satria Muda
-
Seri III IBL 2020: Satya Wacana Bungkam Bima Perkasa
-
Hadapi Satria Muda, Timnas Indonesia Mengemban Misi Bangkit
-
Kalahkan Timnas, NSH Jakarta Sudah Paham Gaya Main Skuat Garuda
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Swiss Open 2026: Susul Putri KW, Alwi Farhan Lolos ke Partai Final usai Libas Wakil China
-
Kimi Antonelli Antonelli Ukir Sejarah, Raih 'Pole Sitter' Termuda Formula 1
-
Ruichang China Masters 2026: Prahdiska Bagas Shujiwo Satu-satunya Wakil Merah Putih di Final
-
Swiss Open 2026: Lolos ke Final, Putri KW Ingin Buktikan Masih Layak Juara
-
PB ORADO Apresiasi Antusiasme Kejurcab Domino Bandar Lampung
-
Menpora Puji Keberanian Viona Ungkap Kasus Pelecehan Seksual di Kickboxing
-
Pecahkan Rekor Dunia, Atlet Kriket Indonesia Terima Sertifikat Guinness World Records
-
Makna Selebrasi Tepuk Dada Alwi Farhan Usai Comeback Epik di Swiss Open
-
Anggap Semua Laga bak Final, Ini Resep Rahasia Anthony Ginting ke Perempat Final Swiss Open 2026
-
Menpora Dukung FPTI Bentuk Tim Pencari Fakta Demi Wujudkan Keadilan Bagi Atlet