Hasil itu membuat posisi Eko di klasemen raihan poin kualifikasi di kelas 61 kg Olimpiade 2020 semakin mantap. Kini, dia menduduki peringkat kedua dengan raihan 4,162.7503 poin.
Lalu Muhammad Zohri adalah atlet Indonesia yang namanya mencuat baru-baru ini, terkhusus saat mengikuti Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.
Setelah mengesankan Indonesia dengan meraih gelar juara dunia gelar juara dunia lari 100 meter putra U-20, di Tampere, Finlandia, 2018 lalu, dia membuktikan bukanlah sprinter one hit wonder.
Atlet yang dijuluki Bocah Ajaib dari Lombok itu mampu menjaga performa dan bahkan meningkatkannya sepanjang 2019.
Tercatat, Zohri meraih medali emas 1st Malaysia Open Grand Prix, perak Kejuaraan Atletik Asia, dan perunggu di Seiko Golden Grand Prix Osaka.
Di sela-sela raihan prestasi itu, Zohri juga berhasil memecahkan beberapa rekor di nomor lari 100 meter putra.
Saat meraih medali perak Kejuaraan Atletik Asia 2019, Zohri memecahkan rekor nasional sekaligus menjadi manusia tercepat se-Asia Tenggara.
Catatan waktu 10,13 detik yang dibukukannya berhasil melampaui rekor seniornya, Suryo Agung Wibowo, yang terkenal sebagai manusia tercepat se-Asia Tenggara sejak 2009.
Baca Juga: Simulasi Piala Uber 2020: Putri KW Beri Kejutan, Tekuk Ruselli Hartawan
Zohri kemudian mempertajam rekornya di nomor 100 meter putra. Saat mengikuti Seiko Golden Grand Prix Osaka, pemuda kelahiran Lombok Utara itu mencatatkan waktu 10,03 detik.
Hasil tersebut tak hanya membuatnya diganjar medali perunggu. Namun, dia juga sukses memecahkan rekornas atas namanya sendiri yakni 10,13 detik.
Disamping itu, catatan waktu 10,03 detik juga membuat peraih medali emas Kejuaran Dunia Atletik U-20 2018 tersebut berhak lolos otomatis ke Olimpiade Tokyo.
Catatan waktunya dipastikan telah menembus limit multievent terbesar dunia nomor lari 100 meter putra, yakni 10.05 detik.
Windy Cantika Aisah adalah lifter putri muda yang namanya baru mencuat tahun lalu. Setelah Indonesia kehilangan Sri Wahyuni, Windy muncul sebagai harapan baru.
Kendati masih berada di level remaja, di mana usianya kini baru menginjak 18 tahun, presatsi yang ditorehkannya tidaklah sembarang.
Windy merupakan peraih medali emas SEA Games 2019 di nomor 49 kg putri. Tak hanya merebut podium tertinggi, dirinya juga sukses mempertajam tiga rekor dunia atas namanya sendiri.
Atlet yang merupakan putri dari Siti Aisah, lifter peraih perunggu Kejuaraan Dunia Angkat Besi 1988 itu meraih podium tertinggi di Filipina setelah mencatatkan angkatan seberat 190 kilogram.
Total angkatan itu merupakan rincian dari 86 kilogram snatch, dan 104 kilogram clean and jerk.
Angkatan snatch miliknya sukses melampaui rekor dunia yang diraihnya pada Kejuaraan Asia Junior dan Remaja 2019 di Pyongyang, Korea Utara, Oktober lalu. Saat itu Windy mencatatkan snatch 84 kilogram.
Dari angkatan clean and jerk, Windy lagi-lagi melampaui rekornya sendiri yakni 102 kilogram saat mengikuti kejuaraan yang sama di Pyongyang.
Raihan tersebut secara otomatis membuatnya juga melampaui rekor dunia pada total angkatan. Angkatan 190 kilogram melewati rekor sebelumnya yang lagi-lagi atas namanya sendiri yakni 186 kilogram.
5. Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan
Tak lengkap bila tidak memasukan nama pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kedalam daftar atlet berprestasi Indonesia,
Keduanya memang telah berumur diatas kepala tiga. Namun, ketekunan dan semangat juang terbukti membawa pasangan berjuluk The Daddies itu kembali ke level tertinggi.
Tahun lalu bisa dibilang jadi awal kebangkitan Hendra/Ahsan setelah kembali berpasangan pada 2018. Mereka tampil begitu ciamik dengan raihan trofi-trofi penting.
Kendati tak meraih gelar sebanyak Kevin / Marcus, Hendra / Ahsan tercatat menjadi yang terbaik di turnamen prestisius yakni All England, Kejuaraan Dunia, dan BWF World Tour Finals (WTF).
Hasil itu membuat mereka menjadi pasangan ganda putra pertama yang bisa merebut gelar All England, Kejuaraan Dunia, dan WTF di tahun yang sama.
Di tahun ini, Hendra / Ahsan berhasil masuk final Indonesia Masters 2020 kendati harus puas menjadi runner-up usai ditundukan Kevin/Marcus dengan skor 15-21, 16-21.
Tag
Berita Terkait
-
Debut Pelatih di Thomas Cup 2026, Hendra Setiawan Akui Lebih Pusing Daripada Jadi Pemain
-
Sentuhan Dingin Marcus Gideon Bawa Atletnya ke Pelatnas PBSI, Biaya Latihan Mandiri Langsung Diganti
-
Atletik Indonesia: Zohri dan Odekta Awali Musim di Kejuaraan Asia Indoor 2026
-
Jejak Abadi Rudy Hartono hingga Tontowi Ahmad, Legenda Indonesia Isi Museum Bulu Tangkis Dunia BWF
-
Cedera ACL Masih Membekas, Lalu Muhammad Zohri Persembahkan Medali Perak di SEA Games 2025
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko
-
Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026
-
Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026
-
Veda Ega Pratama Finis Posisi ke-15 di Latihan Moto3 GP Ceko, Harus Lewati Q1
-
MMA Indonesia Bidik Dominasi di Asia, Jaring Talenta Lewat Kejurnas 2026
-
Psywar Final IBL 2026: Bogor Hornbills Pamer Pemain Asing, Jeff Withey Beri Peringatan Keras
-
Bogor Hornbills Tak Gentar Hadapi Nama Besar Pelita Jaya di Final IBL 2026
-
Erick Thohir Sebut MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Sport Tourism Kelas Dunia