Sport / Arena
Rabu, 09 September 2020 | 12:38 WIB
Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon berhasil menggandakan keunggulan tim beregu putra Indonesia atas Malaysia menjadi 2-0 di babak final Badminton Asia Team Championships (BATC) 2020, Minggu (16/2/2020). [Dok. PBSI]

Hasil itu membuat posisi Eko di klasemen raihan poin kualifikasi di kelas 61 kg Olimpiade 2020 semakin mantap. Kini, dia menduduki peringkat kedua dengan raihan 4,162.7503 poin.

3. Lalu Muhammad Zohri

Sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, saat ditemui di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Selasa (9/4/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Lalu Muhammad Zohri adalah atlet Indonesia yang namanya mencuat baru-baru ini, terkhusus saat mengikuti Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.

Setelah mengesankan Indonesia dengan meraih gelar juara dunia gelar juara dunia lari 100 meter putra U-20, di Tampere, Finlandia, 2018 lalu, dia membuktikan bukanlah sprinter one hit wonder.

Atlet yang dijuluki Bocah Ajaib dari Lombok itu mampu menjaga performa dan bahkan meningkatkannya sepanjang 2019.

Tercatat, Zohri meraih medali emas 1st Malaysia Open Grand Prix, perak Kejuaraan Atletik Asia, dan perunggu di Seiko Golden Grand Prix Osaka.

Di sela-sela raihan prestasi itu, Zohri juga berhasil memecahkan beberapa rekor di nomor lari 100 meter putra.

Saat meraih medali perak Kejuaraan Atletik Asia 2019, Zohri memecahkan rekor nasional sekaligus menjadi manusia tercepat se-Asia Tenggara.

Catatan waktu 10,13 detik yang dibukukannya berhasil melampaui rekor seniornya, Suryo Agung Wibowo, yang terkenal sebagai manusia tercepat se-Asia Tenggara sejak 2009.

Baca Juga: Simulasi Piala Uber 2020: Putri KW Beri Kejutan, Tekuk Ruselli Hartawan

Zohri kemudian mempertajam rekornya di nomor 100 meter putra. Saat mengikuti Seiko Golden Grand Prix Osaka, pemuda kelahiran Lombok Utara itu mencatatkan waktu 10,03 detik.

Hasil tersebut tak hanya membuatnya diganjar medali perunggu. Namun, dia juga sukses memecahkan rekornas atas namanya sendiri yakni 10,13 detik.

Disamping itu, catatan waktu 10,03 detik juga membuat peraih medali emas Kejuaran Dunia Atletik U-20 2018 tersebut berhak lolos otomatis ke Olimpiade Tokyo.

Catatan waktunya dipastikan telah menembus limit multievent terbesar dunia nomor lari 100 meter putra, yakni 10.05 detik.

4. Windy Cantika Aisah

Lifter Indonesia Windy Cantika Aisah meraih medali emas cabang olahraga angkat besi SEA Games 2019 kelas 49 kg putri, Senin (2/12). [Dok. KOI]

Windy Cantika Aisah adalah lifter putri muda yang namanya baru mencuat tahun lalu. Setelah Indonesia kehilangan Sri Wahyuni, Windy muncul sebagai harapan baru.

Load More