Suara.com - Pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti memetik kemenangan atas pasangan unggulan pertama asal Inggris Marcus Ellis/Lauren Smith pada penyisihan kedua Grup A ganda campuran BWF World Tour Finals 2020, Kamis (28/1/2021).
Dalam pertandingan yang berjalan selama 42 menit di Impact Arena, Bangkok, Thailand itu, Praveen/Melati menang straight game dengan skor ketat 22-20, 21-19.
Laga tersebut sepertinya cukup menguras tenaga Praveen/Melati. Mereka harus bekerja keras untuk mengungguli Ellis/Smith, terutama pada gim pertama. Namun di gim kedua, wakil Garuda itu mampu menguasai permainan.
Praveen/Melati kalah cepat mencuri angka di awal gim pertama, tapi kemudian mereka bisa menyamai kedudukan menjadi 2-2.
Setelah itu, Ellis/Smith terus melaju, mengumpulkan poin demi poin, sementara Praveen/Melati terus menempel ketat.
Pasangan Inggris itu memimpin sampai interval 20-19, namun Praveen/Melati lagi-lagi membuat kedudukan menjadi imbang 20-20.
Dua smes terakhir dari Praveen/Melati membawa mereka unggul 22-20 di gim pembuka.
Memasuki gim kedua, Praveen/Melati sudah bisa membaca pola permainan lawannya. Mereka juga bisa menemukan celah untuk merebut angka. Kali ini, mereka berdua hanya imbang satu kali, yakni di poin 1-1.
Dengan permainan cepat dan pukulan-pukulan yang tepat sasaran, Praveen/Melati segera menyelesaikan pertarungan hari itu dengan kemenangan akhir 21-19.
Baca Juga: Kalah Lagi, Anthony Ginting Gagal ke Semifinal BWF World Tour Finals
Laga tersebut merupakan pertemuan ketiga bagi kedua pasangan itu, dan dua pertemuan terdahulu selalu dimenangi oleh Praveen/Melati.
Tak heran, itu karena Praveen/Melati memang lebih dijagokan mengingat saat ini mereka berada di peringkat keempat dunia, sedangkan Ellis/Smith menempati rangking kedelapan.
Praveen/Melati masih memiliki kesempatan untuk lolos ke babak semifinal BWF World Tour Finals meskipun sebelumnya kalah pada penyisihan pertama Grup A saat menghadapi unggulan pertama Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand) dengan skor 13-21, 21-16, 11-21 Rabu (27/1).
Oleh karena itu, pada laga penyisihan terakhir Grup A yang akan digelar Jumat (29/1/2021), Praveen/Melati harus bisa menundukkan pasangan Korea Selatan Seo Seung Jae/Chae Yujung.
Berita Terkait
-
PB Djarum Apresiasi Atlet Berprestasi, Salsabila Zahra Aulia Jadi Bintang Muda Terbaik
-
Alwi Farhan Jadikan Malaysia Open 2026 Titik Awal Perburuan Tiket BWF World Tour Finals
-
An Se-young Semringah Juarai BWF World Tour Finals, Gelar Juara ke-11 Sepanjang 2025
-
Lagi, An Se-young Juara BWF World Tour Finals 2025
-
Pergelangan Kaki Bermasalah, Sabar/Reza Kandas pada Semifinal BWF World Tour Finals 2025
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Mario Aji Jatuh di Dua Lap Terakhir, Gagal Finis di Moto2 GP Amerika 2026
-
Gagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 Amerika Serikat 2026
-
Marco Bezzecchi Juarai MotoGP Amerika Serikat 2026, Marc Marquez Kelima
-
PB ORADO Dorong Pembinaan Atlet Lewat Kejuaraan di Bandung
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia