Lompat Jauh: Teknik Dasar, Peraturan, dan Sejarahnya - Atlet lompat jauh Maria Natalia Londa di test event Asian Games 2018, (11/2).(Suara.com/Kurniawan M)
Perlombaan lompat jauh sudah menjadi bagian dari olahraga atletik saat pertama kali terlibat dalam gelaran olimpiade 1896.
Menurut buku The Ancient Olympic Games (1999) oleh Judith Swaddling, lompat jauh sendiri berawal dari model latihan perang di era peradaban Yunani Kuno.
Gerakan lompat jauh menyerupai bentuk upaya dalam melintasi aliran sungai dan jurang saat berada di medan peperangan.
Peraturan-peraturan umum yang diterapkan dalam cabang olahraga lompat jauh adalah sebagai berikut:
- Jika atlet kurang dari delapan orang, maka kesempatan melompat sebanyak 6 kali. Sedangkan apabila atlet lompat jauh lebih dari delapan orang, maka setiap atlet diberi kesempatan melompat sebanyak tiga kali. Lompat jauh dilakukan secara bergiliran.
- Lompatan yang diambil adalah lompatan terjauh yang diukur dari bekas anggota tubuh paling belakang yang menyentuh bak tampung pasir.
- Waktu sekali lompat yaitu 1,5 menit dan dinilai hasil lompatan yang terbaik dari beberapa kesempatan yang diberikan. Pelompat dengan catatan jarak lompatan terjauh akan keluar sebagai pemenangnya.
Itulah beberapa teknik dasar lompat jauh dan peraturan umum yang diterapkan saat melakukan pertandingan olahraga itu.
Kontributor : Yulia Kartika Dewi
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia
-
Drama Comeback dan Tangis Tuan Rumah Warnai Semifinal Campus League The Nationals 2026
-
Singkirkan Justin Hoh, Ubed Penuhi Target Lolos ke Semifinal Australian Open 2026
-
Buka Peluang ke World Marathon Majors, Pancasakti Run 2026 akan Dihadiri Ahok hingga Sandiaga Uno
-
Faktor Kenyamanan Bantu Alwi Farhan Melaju ke Semifinal Australian Open 2026
-
Rehan/Gloria Akui Kurang Sabar saat Tersingkir di Perempat Final Australian Open 2026
-
Tersingkir di Australian Open 2026, Leo/Daniel Jadikan Kekalahan dari Liang/Wang Tolok Ukur
-
Tembus Perempat Final, Ana/Trias Berambisi Juara Australian Open 2026
-
Pelita Jaya Menang Dramatis 84-83 atas Dewa United, Tinggal Selangkah ke Final IBL 2026
-
Jadi Anggota KONI Pusat, ORADO Indonesia Ajak Milenial dan Gen Z Batam Asah Otak