Suara.com - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua bakal digelar pada 2-15 Oktober 2021. Tak hanya atlet dan seluruh kontingen yang mendapat vaksinasi, masyarakat di sekitar venue dan penginapan juga diberi jatah.
"Yang harus digencarkan vaksinya adalah mereka, masyarakat yang ada di sekitar venue dan juga masyarakat yang ada di sekitar tempat-tempat penginapan, ini harus segera divaksin," kata Menpora Zainudin Amali, dalam konferensi pers via daring, Selasa (13/7/2021).
"Ini diperkirakan bulan Agustus mudah-mudahan semua bisa terkejar, tervaksin."
Zainudin Amali mengatakan bahwa arahan Presiden Joko Widodo terkait program vaksinasi masyarakat di sekitar venue dan penginapan PON Papua adalah mencakup dua per tiga dari jumlah populasi.
"Karena mereka yang paling dekat sehari-harinya dengan kontingen," kata Zainudin Amali.
"Tadi Presiden memperkuat lagi arahan yang disampaikannya pada Maret itu, bahwa Agustus ini sudah harus selesai vaksinasinya."
Perihal progres vaksinasi atlet, Zainudin Amali menyebut bahwa kontingen dari 33 provinsi sudah memperoleh vaksin. Menurutnya tidak ada satupun dari mereka yang menolak untuk divaksin.
"Bahkan mereka mencari (info vaksin) karena itu menyangkut keikutsertaan mereka, karena kalau ada apa-apa dia tidak bisa ikut, jadi yang rugi mereka sendiri," kata Amali.
"Jadi alhamdulilah hingga saat ini tidak ada yang menolak, tapi mencari untuk divaksin. Atlet semua aman sudah tervaksin," sambungnya.
Baca Juga: Bela Raffi-Nagita Jadi Ikon PON Papua, Olvah Alhamid: Sabang Sampai Merauke Tahu Mereka
Tak hanya membahas progres vaksinasi, Zainudin Amali menegaskan pemerintah juga berupaya untuk membuat perencanaan untuk mencegah PON Papua menjadi klaster baru penularan virus Corona.
Menteri asal Gorontalo itu menyebut pihaknya bakal mengadaptasi cara panitia Olimpiade Tokyo yakni menggunakan sistem bubble.
Sistem tersebut mewajibkan atlet beserta officer hanya bisa melakukan perjalanan dari penginapan ke lokasi pertandingan, demi meminimalisir kontak dengan dunia luar.
Apabila nantinya ada yang terpapar Covid-19, Amali menjamin sudah ada panitia yang bakal mengurusinya hingga ke rumah sakit yang tersedia.
"Gimana kalau ada yang tiba-tiba terkena, panitia sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi itu dan sekrang sudah ada rumah sakit, dan pengalaman yang atlet terkena selain mereka sudah divaksin, daya tahan tubuh bagus, recovery 3-4 sudah, jangan dibayangkan seperti orang lain," tandas Amali.
Tag
Berita Terkait
-
Lapor ke Jokowi Soal PON Papua, Menpora: Kesiapan Capai 90 Persen
-
Wow! Atlet Sulsel yang Dapat Emas di PON Papua Akan Diberi Uang Rp 30 Juta
-
KONI Tes Fisik Terakhir Atlet PON Papua, Sulsel Target 10 Besar
-
Panitia PON Papua Bela Diri Soal Penunjukan Nagita Slavina Sebagai Ikon
-
Polemik Penunjukan Nagita Slavina Jadi ikon PON Papua, Menpora: Kami Tidak Tahu!
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Tundukkan Jakarta Livin Mandiri 3-0, Jakarta Electric PLN Mobile Raih Tiket Final Four Proliga 2026
-
Komentar Veda Ega Pratama usai Debut di Moto3 Langsung Finis Kelima
-
Ban Meletus, Marc Marquez: Saya Merasa Beruntung
-
Pelantikan Pengurus Jatim, PB ORADO Tegaskan Komitmen Pembinaan Profesional
-
Daftar Wakil Indonesia di All England 2026, Banyak Pemain Debutan
-
All England 2026: Raymond/Joaquin Termotivasi Ulangi Kesuksesan 'The Minions'
-
Didukung KONI, Erick Thohir Didesak Beri Sanksi Tegas Kasus Dugaan Pelecehan Atlet Panjat Tebing
-
Tak Sabar Debut, Alwi Farhan: Dari Kecil Mimpi Saya Main di All England
-
FIBA Tunda WASL 2025/2026 Imbas Situasi Konflik di Iran
-
Apresiasi Langkah Menpora, Kementerian PPPA Dorong Penguatan Sistem Pencegahan Kekerasan Seksual