- Pendiri Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia, Indra Kartasasmita, meninggal dunia pada Rabu dini hari di wilayah Jakarta.
- Almarhum merupakan tokoh kunci olahraga nasional yang berjasa mendirikan organisasi kempo Indonesia sejak tanggal 2 Februari 1966.
- KONI Pusat menyatakan duka mendalam atas wafatnya tokoh yang berperan besar dalam pembinaan atlet cabang olahraga kempo.
Suara.com - Pendiri Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi), Indra Kartasasmita, meninggal dunia pada Rabu pukul 01.29 WIB di Jakarta.
Kabar wafatnya tokoh olahraga tersebut disampaikan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Rencananya, jenazah almarhum akan disemayamkan di Honbu atau Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Perkemi di Pondok Gede pada Rabu siang.
“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Sensei Indra Kartasasmita, tokoh olahraga nasional yang merupakan pendiri olahraga kempo di Indonesia dan anggota dewan pengawas KONI Pusat,” ujar Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Ia menegaskan bahwa kepergian Indra merupakan kehilangan besar bagi dunia olahraga nasional, khususnya cabang kempo, mengingat perannya yang sangat besar dalam pembinaan atlet di Indonesia.
“Almarhum mendirikan PB Perkemi dan terus aktif dalam proses pembinaan atlet hingga akhir hayatnya,” kata Marciano.
Marciano juga mengungkapkan bahwa semangat Indra tetap tinggi meskipun tengah dalam kondisi sakit.
“Pada saat saya dan pengurus KONI Pusat membesuk, almarhum masih menunjukkan semangat yang berapi-api,” ujar dia.
Indra Kartasasmita dikenal sebagai salah satu tokoh kunci dalam berdirinya organisasi kempo di Indonesia. Bersama Ginanjar Kartasasmita dan almarhum Utin Sahraz, ia mendirikan organisasi tersebut pada 2 Februari 1966 dengan nama Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia, yang kemudian berubah menjadi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia sejak 2014.
Seiring waktu, olahraga kempo mulai dipertandingkan di tingkat nasional melalui Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pertama pada 1970 di Jakarta. Cabang ini kemudian resmi masuk dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 1977 di Jakarta.
Baca Juga: BMKG Ungkap Deformasi Kerak Bumi Jadi Pemicu Kerusakan Gedung KONI Manado
Perkemi juga tercatat sebagai anggota World Shorinji Kempo Organization (WSKO) yang bermarkas di Tadotsu, Jepang.
(Antara)
Berita Terkait
-
BMKG Ungkap Deformasi Kerak Bumi Jadi Pemicu Kerusakan Gedung KONI Manado
-
KONI-KOI Akhiri Konflik Sepak Takraw, Erick Thohir: Pertanda Positif
-
SEA Games 2025: KOI-KONI-Kemenpora Kompak Dorong Atlet Kejar 80 Emas
-
KONI Isyaratkan PON 2028 Prioritaskan Cabor Olimpiade
-
KONI Bertekad Tuntaskan Dualisme Cabang Olahraga di Indonesia
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
Popsivo Polwan Bungkam Electric PLN 3-0, Selangkah Lagi Rebut Posisi Ketiga Proliga 2026
-
Hasil Undian Grup Piala Dunia Bola Basket Putri 2026, 16 Tim Siap Bertarung
-
Dwi Kewarganegaraan akan Diterapkan di Indonesia, Siapa yang Bisa Dapat Kesempatan ini?
-
Hasil Proliga 2026: Surabaya Samator Ungguli Garuda Jaya pada Leg Pertama
-
Kartini Masa Kini di Lapangan Basket, Nirmala Dewi Ajak Perempuan Terus Berprestasi
-
Refleksi Hari Kartini: Susy Susanti dan Greysia Polii Bicara Keberanian untuk Bermimpi
-
Berburu Petinju Masa Depan Indonesia, NEX Road to Champion Beri Proteksi Maksimal Bagi Fighter Muda
-
Ukir Sejarah Baru, Carlos Alcaraz Raih Penghargaan Laureus World Sportsman 2026
-
PBVSI Terapkan Format Pertandingan Baru di Final Proliga 2026
-
Gagal Podium di Imola, Sean Gelael Terhambat Penalti Unsafe Release