Sport / raket
Reky Kalumata
Pebulutangkis ganda Putri Indonesia Greysia Pollii/Apriyani Rahayu melakukan selebrasi setelah mengalahkan lawannya ganda putri China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dalam final Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Senin (2/8/2021). [ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan]

Suara.com - Pelatih kepala ganda putri Indonesia Eng Hian mengungkapkan bahwa dia nyaris tidak bisa mendampingi Greysia Polii/Apriyani Rahayu bertanding di Olimpiade karena namanya tidak masuk dalam daftar kontingen ke Tokyo.

Eng Hian mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena sejumlah pertimbangan, salah satunya faktor ganda putri Indonesia yang tidak diperhitungkan bisa menyumbangkan medali.

"Memang betul. Jadi last minutes itu nama saya baru ada. Kami berangkat ke Kumamoto pada 8 Juli, saya baru diinformasikan tanggal 4 Juli. Itu sempat menimbulkan pergumulan sedikit, ada ketegangan,” ungkap Eng Hian dalam jumpa pers virtual seperti dilansir Antara, Kamis (19/8/2021).

"Saya menyampaikan ke Greysia/Apriyani juga tidak mudah karena ini sudah keputusan dari NOC (Komite Olimpiade Indonesia), ganda putri ini kan tidak diperhitungkan,” katanya menambahkan.

Baca Juga: Sabet Perunggu di Olimpiade Tokyo, Rahmat Erwin Abdullah Diangkat Jadi Pegawai Bank

Kendati demikian, peraih medali perunggu ganda putra Olimpiade 2004 Athena itu tak lantas berkecil hati. Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi motivasi bagi Greysia/Apriyani untuk membuktikan bahwa sektor ganda putri juga layak diperhitungkan.

Greysia/Apriyani datang ke Tokyo sebagai pasangan non-unggulan, namun justru berakhir menjadi tim kuda hitam yang satu-satunya mempersembahkan medali emas Olimpiade bagi Merah Putih.

Dibanding Greysia/Apriyani, ganda putra nomor satu dunia Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dan pasangan peringkat dua dunia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sebetulnya lebih diharapkan bisa menyumbang emas bagi Indonesia.

Namun mimpi tersebut pupus ketika langkah Kevin/Marcus harus kandas di babak perempat final, sedangkan Ahsan/Hendra tersingkir di semifinal.

Eng Hian pun berharap dengan capaian yang ditorehkan Greysia/Apriyani itu tidak hanya dapat memotivasi pebulu tangkis putri lainnya untuk meraih prestasi, tetapi juga meningkatkan pamor sektor ganda putri Indonesia yang selama ini dipandang sebelah mata.

Baca Juga: Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Dekat Karena Sama-Sama Suka Nonton Drakor

“Yang pasti saya senang dan lega waktu itu karena Greysia dan Apriyani bisa didampingi pelatihnya sendiri. Jadi mudah-mudahan setelah ini sektor ganda putri bisa lebih diperhitungkan oleh PBSI, Kemenpora maupun NOC,” tutup dia.

Komentar

terkini