Sport / raket
Arief Apriadi
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur. [PBSI]

Suara.com - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie mencoba untuk segera melupakan alias move on dari hasil buruk di Olimpiade Tokyo 2020.

Jonatan Christie kini mengalihkan fokus ke turnamen-turnamen penting lainnya, meski dia tak menampik rasa kecewa masih kerap menghantui.

Di Olimpiade Tokyo, Jonatan Christie gagal melangkah jauh. Mimpinya untuk merebut medali terkubur setelah kalah dari Shi Yu Qi (China) di 16 besar.

Dalam pertandingan di Musashino Forest Sports Plaza, Tokyo, Jojo --sapaan akrab Jonatan Christie-- tak berkutik. Dia kalah telak 11-21, 9-21 dari Shi.

Baca Juga: Ulang Tahun ke-37, Hendra Setiawan Masih Bertekad Tampil di Olimpiade 2024

"Saya sudah melupakan hasil di Olimpiade, sudah move on sebenarnya tapi belum 100% karena tetap masih ada pemikiran-pemikiran yang lalu," kata Jonatan Christie dalam rilis, Senin (30/8/2021).

"Tapi balik lagi bagaimana caranya supaya itu menjadi sebuah pengalaman, bukan sebuah tekanan," jelasnya.

Jojo menjelaskan bahwa berprestasi di Olimpiade adalah mimpi semua atlet. Namun, dia juga menyadari turnamen yang patut diperjuangkan bukan cuma Olimpiade.

"Masih banyak lagi yang akan datang seperti Sudirman Cup dan Thomas Cup, juga di akhir tahun masih ada Kejuaraan Dunia," tutur Jonatan.

"Jadi banyak hal yang harus kita perjuangkan. Yang berlalu biarlah berlalu, tinggal sekarang bagaimana kita untuk menatap ke depan," lanjutnya.

Baca Juga: Top 5 Sport: Lee Chong Wei Kaget Taufik Hidayat Pernah Hampir Disuap Ofisial Malaysia

Jonatan dan atlet-atlet PBSI lainnya tengah bersiap mengikuti Piala Sudirman serta Piala Thomas dan Uber yang untuk pertama kalinya dalam sejarah, akan bergulir di tahun yang sama akibat pandemi Covid-19.

Komentar