Suara.com - Kontingen Indonesia punya peluang menambah tiga medali yakni dua emas dan satu perunggu pada hari terakhir Paralimpiade Tokyo 2020 melalui cabang olahraga para-bulu tangkis yang bakal berlangsung di Yoyogi National Stadium, Jepang, Minggu (5/8/2021).
Sebanyak tiga atlet tepok bulu Merah Putih akan kembali berjuang pada tiga sektor berbeda yakni tunggal putra dan putri SL4, serta ganda campuran SL3-SU5. Leani Ratri Oktila mengawali langkah Indonesia untuk merebut medali emas di nomor tunggal putri SL4 bersaing dengan wakil China Cheng Hefang di lapangan satu mulai pukul 07:00 WIB.
Pertandingan ini diprediksi menarik. Sebab, kedua atlet yang bertanding sama-sama berstatus unggulan. Leani Ratri menempati urutan pertama dan Cheng Hefang di posisi kedua. Sepanjang turun di sektor tunggal putri SL4, mereka juga sama-sama tak terkalahkan.
Sebelum menjejak final, Leani Ratri dan Cheng Hefang masing-masing telah melakoni tiga pertandingan. Secara statistik keduanya sama kuat dengan menyelesaikan semua laga selama enam gim dengan 126 poin.
Leani Ratri dalam tiga pertandingan sebelumnya tercatat telah kehilangan 61 poin. Kondisi tersebut tak lebih baik dari sang lawan yang hanya kehilangan 51 poin dari tiga pertandingan sebelumnya.
Meski begitu, dengan status unggulan pertama, Leani Ratri diprediksi tampil lebih percaya diri. Terlebih dia tengah dalam semangat dan motivasi yang tinggi menyusul sebelumnya berhasil meraih emas perdana di Paralimpiade Tokyo pada sektor ganda putri SL3-SU5 berpasangan dengan Khalimatus Sadiyah.
Pada final, Leani Ratri dan Khalimatus Sadiyah sukses mengalahkan Cheng Hefang yang berpasangan dengan Ma Huihui dalam pertandingan dua gim langsung 21-18, 21-12.
Fredy Punya Bekal
Setelah Leani Ratri berjuang, Indonesia juga berkesempatan menambah medali perunggu melalui Fredy Setiawan yang bakal berhadapan dengan wakil India Tarun pada perebutan tempat ketiga tunggal putra SL4 di lapangan tiga pada pukul 07:45 WIB.
Baca Juga: Menpora: Indonesia Masih Berpeluang Tambah Medali Emas Paralimpiade Tokyo
Wakil Indonesia hadir bukan dengan status unggulan. Sebaliknya, Tarun adalah unggulan kedua di sektor tunggal putra SL4. Meski begitu, statistik Fredy Setiawan sepanjang berlangsungnya Paralimpiade Tokyo lebih baik dari lawannya.
Bahkan, pada babak penyisihan Grup B, Fredy Setiawan berhasil mengalahkan Tarun dua gim langsung 21-19, 21-9. Hasil ini bisa jadi modal penting wakil Merah Putih pada pertandingan perebutan perunggu nanti.
Secara keseluruhan, kedua pemain sebelumnya sama-sama telah melakoni empat pertandingan. Selain laga yang mempertemukan mereka, Fredy Setiawan juga sukses mengalahkan Kyung Hwan Shin dari Korea Selatan pada laga pertama penyisihan grup B dengan skor 21-8, 21-9.
Kemudian hasil positif juga diraih Fredy saat berjumpa dengan Teamrrom S asal Thailand dalam lanjutan pertandingan Grup B dengan skor 21-17, 21-11. Dengan tiga kemenangan tersebut, Fredy berhak melaju ke semifinal dengan status juara Grup B tunggal putra SL4.
Sayang, pada babak empat besar yang berlangsung, kemarin, dia gagal meraih hasil maksimal usai kalah dari wakil India Suhas Yathiraj dengan skor 9-21, 15-21.
Sementara Tarun, lolos dari penyisihan Grup dengan status runner-up. Sebelum kalah dari Fredy, pada laga pertama dia meraih kemenangan atas Teamrrom S dengan skor 21-7, 21-13.
Tag
Berita Terkait
-
Menpora: Indonesia Masih Berpeluang Tambah Medali Emas Paralimpiade Tokyo
-
Jokowi: Medali Emas Indonesia di Ajang Paralimpiade Tokyo Akhirnya Datang Juga
-
Paralimpiade Tokyo: Karisma Evi Tiarani Gagal Sumbang Medali untuk Indonesia
-
Luar Biasa! Ratri/Khalimatus Sumbang Medali Emas Pertama di Paralimpiade Tokyo 2020
-
Bikin Bangga, Leani/Khalimatus Raih Medali Emas di Paralimpiade Tokyo
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
Terkini
-
Jason Donovan Bertekad Pecahkan Rekor Pribadi di Asian Games 2026
-
Yogyakarta Tidak Punya Sirkuit Permanen, Kiandra Ramadhipa Latihan di Boyolali
-
Krisis Anggaran, Pelatnas Akuatik untuk Asian Games 2026 Terpaksa Dihentikan
-
Indonesia Ukir Sejarah Buruk! Pertama Kali Tersingkir di Fase Grup Piala Thomas
-
Tak Hanya Balap, Kiandra Ramadhipa Asah Public Speaking demi Karier Profesional
-
Piala Thomas 2026: Laga Hidup Mati Indonesia vs Prancis, Wajib Menang Demi Juara Grup
-
Sihir Jerez Kembali Hidup, Alex Marquez Raih Kemenangan Perdana Musim 2026
-
PBVSI Panggil 17 Pemain untuk Tiga Kejuaraan Internasional, Ada Debutan
-
Start dari Posisi 17, Veda Ega Pratama Finis Keenam di Moto3 Spanyol 2026
-
Pecco Bagnaia Ungkap Alasan Mundur dari MotoGP Spanyol 2026