Sport / raket
Arief Apriadi
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, merayakan keberhasilan meraih medali emas SEA Games 2019 bersama sang pelatih, Richard Mainaky, usai mengalahkan wakil Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, Senin (9/12). [Humas PBSI]

Suara.com - Pelatih kepala sektor ganda campuran Indonesia, Richard Mainaky segera pensiun dari pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PBSI. Juru taktik 56 tahun itu telah mengajukan surat pengunduran diri hari ini, Senin (6/9/2021).

Richard Mainaky secara resmi akan pensiun pada 27 September 2021 mendatang. Dia akan lebih dulu membantu asisten pelatih Nova Widianto dalam mempersiapkan atletnya jelang Piala Sudirman 2021 yang akan bergulir pada 26 September hingga 3 Oktober mendatang.

"Saya sudah memiliki rencana untuk itu [pensiun dari Pelatnas PBSI] setelah Olimpiade 2020. Tapi Olimpiade kan ditunda karena Covid-19, jadi tertunda juga," kata Richad Mainaky saat dihubungi Suara.com, Senin (6/9/2021).

"Hari ini saya memberikan surat [pengunduran diri] ke PBSI. Sebelumnya saya berbicara lisan dengan ketua harian Alex Tirta, dan Kabid Binpres, Rionny Mainaky," tambahnya.

Baca Juga: Piala Sudirman 2021: 32 Tahun Puasa, Indonesia Target Juara

Richard, yang telah mengabdi sebagai pelatih sektor ganda campurab PBSI sejak 1996, mengaku sudah memikirkan keputusan untuk pensiun dengan matang.

Alasan utamanya adalah faktor keluarga, di mana dirinya ingin lebih dekat dan bisa meluangkan banyak waktu untuk orang-orang terdekat, setelah selama 26 tahun terus disibukan dengan pembinaan prestasi bulutangkis Tanah Air.

Di sisi lain, Richard mantap untuk pensiun karena menganggap calon penerusnya sudah memiliki kapasitas yang cukup untuk menggantikan perannya di pelatnas PBSI.

Nova Widianto yang kini menjabat asisten pelatih, dianggap Richard sangat cocok untuk menggantikan posisinya. Dia percaya, Nova yang dulu merupakan atlet yang dilatihnya, punya kemampuan untuk memoles Praveen Jordan dan kawan-kawan agar menjadi pebulutangkis yang lebih baik lagi.

"Dari 1996, saya harus bangun pagi pukul 04.30 WIB untuk mempersiapkan latihan. Waktu saya habis untuk di bulutangkis dari pada keluarga," kata Richard.

Baca Juga: Indonesia Pantang Anggap Remeh Lawan-lawan di Grup C Piala Sudirman 2021

"Kini, kebetulan sekarang saya buka resor di Tondano, jadi seperti wisata kuliner. Saya lihat anak saya senang di sana. Istri juga sepertinya puas mengurus itu, yasudah, sekarang waktunya saya mengalah," tambahnya.

Komentar