Suara.com - Reshandy Saputra Bau (19) akan menjadi andalan Provinsi Gorontalo untuk meraih medali dalam cabang olahraga renang dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.
Pemuda yang baru lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Suwawa itu, akan berkompetisi pada nomor lomba renang gaya bebas jarak 100 meter.
Bagi putra pasangan Mushonnif Bau dan Hesty Igir itu, kolam renang adalah tempatnya bermain setiap hari.
Bahkan, ayahnya sendiri merupakan pelatih Shandy dalam menghadapi PON pada Oktober 2021 mendatang.
“Saya bisa berenang sejak usia lima tahun. Bapak saya juga seorang pelatih renang, jadi hampir setiap hari saya juga ikut latihan renang,” kata pria yang akrab dipanggil Shandy itu saat ditemui ANTARA di Kolam Renang Lahilote Kota Gorontalo.
Kecintaannya pada olahraga air tersebut, telah mengantarkannya pada sederet prestasi di tingkat nasional.
Beberapa prestasi yang dicapainya adalah medali emas dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) antar klub se-Indonesia, serta medali perak dalam kejurnas antar sekolah olahragawan.
Menurutnya renang merupakan olahraga yang memiliki banyak keunggulan, yang tidak dimiliki jenis olahraga lain.
“Misalnya renang dapat menjadi terapi bagi orang yang mengalami penyempitan syaraf. Banyak alasan saya untuk mencintai lahraga ini,” katanya.
Baca Juga: PON Papua: Sulawesi Utara Targetkan Enam Medali Emas
Pelatih renang Gorontalo untuk PON Papua, Mushonnif Bau mengungkapkan sejauh ini persiapan yang dilakukan oleh Shandy sudah matang.
“Latihannya sudah bagus. Pada latihan terakhir, waktu tempuhnya juga terus berkurang dibanding pada latihan-latihan sebelumnya,” ungkapnya.
Ia berharap Provinsi Gorontalo dapat meraih medali emas dalam pesta olahraga nasional itu, agar perkembangan renang di daerah tersebut terus melaju.
Tag
Berita Terkait
-
Gempa Guncang Sulut, Puan Maharani Minta Pemerintah Sigap Pastikan Keselamatan Warga
-
Gempa M 7,6 di Sulut - Malut, Getarannya Terasa hingga Gorontalo
-
Tumbilotohe Kembali Digelar, Gorontalo Bermandikan Cahaya di Malam 27 Ramadan
-
ASEAN Para Games 2025: Rebut Tujuh Emas, Jendi Pangabean Buktikan Konsistensi dan Dukungan Keluarga
-
Guru di Gorontalo Ditegur Saat Live TikTok di Jam Kerja, Panik dan Minta Maaf
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Debut Pelatih di Thomas Cup 2026, Hendra Setiawan Akui Lebih Pusing Daripada Jadi Pemain
-
Final Four Priloga 2026: Jakarta Lavani Kalahkan Surabaya Samator 3-0
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Sejarah! Jakarta Jadi Tuan Rumah Edisi Perdana Piala Dunia Rallycross
-
Final Four Proliga 2026: LavAni Butuh Kemenangan Atas Bhayangkara untuk Juarai Putaran Kedua
-
Musda Perbasi Jabar Diulang? Epriyanto Kasmuri Bingung, DPP Dituding Bikin Keputusan Janggal
-
Satria Muda Datangkan Dua Pemain Asing Baru, Bidik Juara IBL 2026
-
Ikuti Kejuaraan Internasional, Riders Pushbike Asal Sleman Raih Podium 1 di Thailand
-
Statistik Ngeri Aj Bramah saat Pacific Revans Satya Wacana: Hampir Triple-Double!
-
Misi Cetak Karateka Dunia, PP ASKI Tingkatkan Kualitas Pembinaan hingga Wasit Jelang Kejurnas