Sport / arena
Reky Kalumata | Adie Prasetyo Nugraha
Sesmenpora Gatot S Dewa Broto memimpin rapat koordinasi Pengkajian Pemberian Rekomendasi Pengajuan Izin Keramaian Kepada Kepolisian RI untuk Kejuaraan Tinju World Boxing Council (WBC) International di Auditorium Wisma Menpora, Jakarta, Selasa (30/3/2021). (ANTARA/HO-Kemenpora)

Suara.com - Pemerintah telah memutuskan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua dapat disaksikan oleh penonton terbatas 25 persen dari kapasitas. Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto yakin pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) tetap berjalan.

Adapun PON Papua akan mulai pada 2-15 Oktober 2021. Mengingat event berlangsung di tengah pandemi Covid-19, tentu prokes diutamakan demi menjaga kesehatan dan keselamatan semua orang.

Terlebih, akan ada penonton yang hadir meski jumlahnya dibatasi. Tentu akan ada aturan yang dilakukan demi mencegah terjadinya penularan Virus Corona.

Gatot yakin prokes di PON Papua bisa berjalan dengan baik, khususnya kaitannya dengan penonton. Ia berkaca pada beberapa kegiatan olahraga yang sudah berjalan sebelumnya seperti Piala Menpora 2021, IBL, dan Liga 1 2021/2022.

Baca Juga: Waduh! 5 Atlet Riau untuk PON Papua Terpapar Covid-19

"Sebelumnya itu ada Piala Menpora, saat itu orang agak pesimis 'memangnya bisa jalan?' apakah suporter yang kadang sulit dikontrol karena mereka kan ingin nonton bola tidak datang? Faktanya mereka diminta tidak datang itu bisa," kata Gatot saat bincang virtual, Kamis (23/9/2021).

Gatot sedikit menceritakan bagaimana ketatnya prokes selama Piala Menpora 2021. Bahkan, ia sama sekali tidak mencium tanda-tanda adanya penonton atau suporter yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Oleh sebab itu, ia yakin saat PON Papua nanti prokes akan berjalan. Terutama bagi penonton karena kapasitas setiap pertandingan hanya 25 persen. Jumlah tersebut sudah termasuk panitia, atlet, petugas dan lain-lain.

"Saat masuk (stadion) kami dites antigen, semua sama termasuk menpora, kapolri, tempat duduk juga sudah diatur. Poinnya selama panduan (prokes) kami sebarluaskan dengan baik, kami positif masyarakat ikut mematuhinya," jelasnya.

"Jadi saat pembukaan (PON) nanti ada prosedurnya, ada protap untuk masuk stadion seperti diberi gelang layak atau tidak buat masuk, lalu bukti vaksin. Harapan kami ada aplikasi peduli lindungi jadi ada bukti dan jaga jarak," ia menambahkan.

Baca Juga: Tim Sepatu Roda DKI Bertekad Sapu Bersih pada PON Papua

Meski begitu pelaksanaan PON Papua masih ada beberapa kendala. Salah satunya adalah kurangnya laboratorium untuk melakukan tes PCR.

"Terus terang karena pada saat nanti khususnya mendadak mau pulang agak padat sedikit. Di sana ketersediaan LAB PCR masih kurang," terangnya.

"Tapi ada komitmen bakal ada bantuan dari Ambon dan lain lain. Jadi secara umum tak terlalu banyak ada keluhan," pungkasnya.

Komentar