Sport / balap
Cesar Uji Tawakal
Pebalap tim Monster Energy Yamaha Maverick Vinales berada di garasi ketika sesi latihan bebas kedua Grand Prix Catalunya di Sirkuit Barcelona-Catalunya. (4/6/2021) [AFP/Lluis Gene]

Suara.com - Di pertengahan musim lalu, Maverick Vinales membuat publik terkejut dengan keputusan untuk keluar dari Monster Energy Yamaha.

Langkah ini ia ambil karena frustrasi dengan penampilan inkonsisten bersama pabrikan berlogo garpu tala ini.

Keputusan tersebut rupanya mengundang pujian dari mantan kepala mekaniknya, Ramón Forcada.

Dilansir dari Motorcycle Sports, insinyur ini memuji pembalap Spanyol untuk karakternya dengan mampu meninggalkan sesuatu yang membuatnya tidak bahagia.

Baca Juga: Tiga Alasan Presiden Jokowi Naik Motor Keliling Mandalika

"Dari sudut pandang saya, semua orang, bukan hanya Vinales, tampak sempurna bagi saya, yang mampu menyerah pada sesuatu karena mereka tidak menyukainya, seperti Casey Stoner pada masanya, dan saya menyukainya," ungkapnya.

Maverick Vinales saat mengetes motor balap tim Aprilia. (Instagram)

"Pada akhirnya, Anda dapat memilih antara mengundurkan diri dan terus menjadi pahit, ada orang yang dalam keadaan apa pun, fokusnya ke uang, ego, atau apa pun, dan hasilnya tetap pahit," terusnya.

Forcada mengutip contoh Stoner secara lebih mendalam, dengan mengatakan: “Casey meninggalkan Kejuaraan Dunia dengan kontrak 12 juta euro di atas meja, dan pergi. Itu terdengar berani bagi saya."

"Pada akhirnya, orang yang memutuskan mungkin salah atau tidak, tetapi bagi saya, orang yang memutuskan selalu lebih baik daripada mereka yang mengatakan apa yang perlu dilakukan," pungkasnya.

Baca Juga: Dibuat di Bandung, Jaket yang Dipakai Jokowi Tinjau Sarana MotoGP 2022 Cuma Ada Satu di Dunia

Komentar