Suara.com - Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) mencanangkan perolehan tujuh hingga delapan medali emas pada SEA Games 2022 di Vietnam yang bakal digelar pada 12-23 Mei mendatang.
Sekretaris Jenderal PASI Tigor Tanjung mengatakan bahwa target tersebut masih bisa terealisasi di tengah keterbatasan kejuaraan saat ini ketika atletik Indonesia tidak akan melakukan uji coba ke luar negeri dalam persiapan menuju SEA Games.
“Kalau bicara peluang kekuatan, kami melakukan pengumpulan data apa yang mereka lakukan. Kekuatan kami masih baik. Tujuh hingga delapan medali emas bisa diperoleh, bahkan bisa lebih. Tidak hanya Indonesia. Thailand, Malaysia, Singapura juga sama sulit melakukan uji coba,” kata Tigor di Tangerang, seperti dimuat Antara, Selasa (9/3/2022).
Pada SEA Games edisi sebelumnya, atletik Indonesia meraih 16 medali dengan rincian 5 emas, 6 perak, dan 5 perunggu), di bawah Vietnam (16 emas) Thailand (12), Filipina (11), dan Malaysia (5).
Indonesia akan berpartisipasi di SEA Games 2022 dengan anggaran yang terbatas sebagai akibat dari penundaan multievent dua tahunan yang seharusnya digelar tahun lalu itu.
Keterbatasan anggaran membuat PASI harus memangkas jumlah atlet yang akan dikirim ke Vietnam nanti. Tigor menyebut dari 39 atlet yang tergabung di pemusatan latihan nasional (pelatnas), kemungkinan hanya ada 23 yang bisa diberangkatkan.
Namun keputusan tentang nama-nama atlet yang akan diturunkan, Tigor belum bisa memastikan, sebab masih perlu dibicarakan lagi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali sebelumnya memang telah menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mengirimkan banyak-banyak atlet ke SEA Games seperti edisi-edisi sebelumnya.
Zainudin menegaskan hanya akan memberangkatkan cabang olahraga yang memang berpotensi besar menyumbang medali saja.
Namun Kemenpora tetap membuka pintu bagi cabang olahraga yang tetap ingin memberangkatkan atletnya ke SEA Games dengan biaya mandiri.
Berita Terkait
-
Atletik Indonesia: Zohri dan Odekta Awali Musim di Kejuaraan Asia Indoor 2026
-
ASEAN Para Games 2025: Para Atletik Indonesia Tak Terbebani Target 25 Emas
-
Atlet Lari Indonesia akan TC ke Kenya sebagai Persiapan Asian Games 2026
-
2.188 Atlet Ikut Kejuaraan Atletik di Kudus, Jadi Wadah PB PASI Dorong Regenerasi
-
Dua Pelari Muda Indonesia Pecah Podium di 200 Meter Kejuaraan Atletik Asia Tenggara 2025
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Daftar Atlet Pelatnas Panjat Tebing 2026, Ada Veddriq Leonardo hingga Rajiah Salsabillah
-
Daftar Lengkap Tim Pelatnas Panjat Tebing Indonesia 2026, Persiapan Menuju Asian Games 2026
-
All England 2026: Tanpa Beban, Tiwi/Fadia Tembus Babak Kedua
-
All England 2026: Jonatan Christie Soroti Shuttlecock yang Lumayan Berat
-
All England 2026: Singkat Wakil India, Alwi Farhan Tunjukkan Status Unggulan Bukan Jaminan
-
Searah Menpora Erick, Taufik Hidayat Tegas: Pelecehan Seksual Rusak Integritas Olahraga
-
Janice Tjen Berpotensi Hadapi Petenis Putri No.1 Dunia di Indian Wells
-
Perang Saudara di All England 2026, Fajar/Fikri Bertekad Hapus Rekor Buruk Lawan Raymond/Joaquin
-
Strategi Jitu Bawa Fajar/Fikri ke Babak Kedua All England 2026
-
Final Four Proliga 2026: Megawati Hangestri Fokus Evaluasi, Ingin Kolektivitas Tim Dibenahi