Suara.com - Federasi cabang olahraga nasional diharapkan untuk menghormati keputusan tim Tim Review Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kemenpora terkait pemilihan atlet ke SEA Games 2021.
Sebelumnya, Tim Review PPON Kemenpora yang dipimpin Prof. Asmawi mendapat banyak kritik terkait keputusan memangkas jumlah atlet yang berangkat ke SEA Games 2021.
Tim Review PPON Kemenpora diketahui hanya merekomendasikan untuk mengirim 31 cabang olahraga ke multievent dua tahunan itu. Jumlah atlet turut dikurangi sebanyak 43 persen dari 841 pada SEA Games 2019 Filipina menjadi hanya 476 atlet saja.
Prof. Asmawi dan jajarannya mengklaim efisiensi itu dilakukan dengan metode berbasis data. Hanya atlet-atlet yang berpotensi meraih medali saja yang dikirim ke SEA Games 2021.
Federasi cabang olahraga diharapkan mengerti dengan keputusan itu. Salah satu pihak yang mendukung keputusan Tim Review PPON Kemenpora adalah Pengurus Pusat Kick Boxing Indonesia (PP KBI).
Hal tersebut diungkapkan Ngatino yang dipercaya untuk kembali memimpin PP KBI melalui Munas yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (23/4/2022).
"Kita harus percaya penuh terhadap Tim Review, mungkin kalau dalam hati kok begini, kok begini, tapikan kita bukan ahlinya. Mereka bekerja pasti punya dasar untuk menilai atau mereview dan kita percayakan kepada itu," ucap Ngatino dalam ketereangan tertulis, Senin (25/4/2022).
Lebih lanjut, Ngatino pun menyebut jika kinerja Tim Review sudah baik dan matang, namun dalam konteks ini, para cabor harus saling mempercayai apa yang menjadi keahlian dari para personil Tim Review tersebut.
"Insha Allah mereka sudah bekerja dengan baik, meskipun tadinya kami Kick Boxing mengusulkan 10 atlet untuk diberangkatkan ke SEA Games 2021 Hanoi, tapi dua didelete, ya kami menerima itu, karena pasti mereka punya pertimbangan-pertimbangan," ucap Ngatino.
Baca Juga: Kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, Mantan Atlet Lari SEA Games Meninggal
Seperti diketahui, pemerintah dalam hal ini Kemenpora tengah melakukan perubahan pardigma olahraga seiring dengan review total ekosistem keolahragaan nasional sesuai arahan Presiden Joko Widodo.
Perubahan paradigma itu dicetuskan bertepatan pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2020 lalu, kemudian tertuang pada Perpres 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olaraga Nasional (DBON).
"Tim Review itu kan ibarat sebagai filter, sehingga dengan adanya filter itu tentu kita para cabor harus tahu diri dan juga harus mempersiapkan diri (atlet) semaksimal mungkin bagaimana kita bisa lolos dari filter itu, karena itu yang penting, sehingga kita harus benar-benar dalam persiapan dan menunjukkan prestasi," pungkas Ngatino.
Selain dihujani kritik oleh beberapa federasi, keputusan Tim Review turut menjadi polemik hingga menjadi perhatian anggota DPR RI kususnya Komisi X yang salah satu tugasnya membawahi olahraga.
Namun, Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Hetifah Sjaifudian menyebut jika pihaknya mengapresiasi langkah Tim Review terkait sistem pemberangkatan cabang olahraga dan atlet ke SEA Games 2021 Hanoi yang didasarkan data dan track record prestasi para atlet itu sendiri.
Apresiasi itu pun hadir setelah menilai cara kerja Tim Review PPON itu sangat selektif dalam melaksanakan tugasnya. terlebih tim tersebut dihuni oleh para akademisi dari berbagai perguruan tinggi, praktisi olahraga, KONI dan KOI/NOC Indonesia
Tag
Berita Terkait
-
Top 5 Sport: Fabio Quartararo ke Puncak Klasemen MotoGP 2022 Setelah Menang di Portugal
-
Profil Muhammad Ridwan, Striker Jangkung yang Dipanggil Shin Tae-yong untuk Timnas U-23 Jelang SEA Games
-
Susy Susanti Soroti Masalah Regenerasi Tunggal Putri Indonesia
-
Jadwal Liga Malaysia Diubah, Sabah FC Belum Tentu Lepas Saddil Ramdani ke Timnas Indonesia U-23
-
Demi Timnas Malaysia U-23, Jadwal Pertandingan Liga Malaysia Resmi Diubah
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Kejuaraan Beregu Asia 2026: Indonesia Satu Grup dengan Malaysia
-
Datangkan Pemain Jempolan, Kesatria Bengawan Solo Pasang Target Tinggi di IBL 2026
-
Avan Seputra Ingin Bawa Pengalaman Juara di Kesatria Bengawan Solo
-
Presiden Pelita Jaya Jakarta Ungkap Wacana Pembangunan Stadion Sendiri
-
Atlet Lari Indonesia akan TC ke Kenya sebagai Persiapan Asian Games 2026
-
Martina Ayu Pratiwi Diguyur Bonus Rp3,4 Miliar usai Raih 7 Medali SEA Games, Jumlah Terbanyak
-
Atlet Panjat Tebing Indonesia Dapat Tawaran Naturalisasi Negara Lain, Iming-iming Menggiurkan
-
Jadwal Proliga 2026 Hari Ini: JPE Tandang Electric, Bandung bjb Hadapi Livin Mandiri
-
Hadapi Anak Asuh Herry IP Lagi, Sabar/Reza Tetap Waspada Meski Unggul Rekor Pertemuan
-
Jadwal Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Siap Tempur, Sabar/Reza Jumpa Anak Asuh Herry IP