Hampir 24 jam sebelum perempat final grand slam pertamanya, Kyrgios mendapat panggilan untuk menghadiri pengadilan Canberra atas tuduhan penyerangan yang diyakini melibatkan mantan pacarnya, Chiara Passari.
Dalam kejayaann yang tengah direguknya di Wimbledon, Kyrgios mengatakan setelah bertahun-tahun mengalami kecemasan, dia sekarang sudah merasa nyaman dengan dirinya sendiri.
"Saya merasa seolah-olah, dengan apa pun yang terjadi di dunia belakangan ini, orang-orang sangat takut untuk membuka diri tentang perasaan mereka," kata Kyrgios.
"Bagi saya, itu adalah masalah kesehatan mental, tentu saja. Saya pribadi tidak berpikir bahwa seorang Nick Kyrgios dapat menanggung apa yang ia rasakan bertahun-tahun yang lalu, dengan pikiran gelap dan menyakiti diri sendiri," tuturnya.
"Jika saya bukan Nick Kyrgios, saya akan lebih cepat mengatakannya dan terbuka. Saya merasa jika orang secara anonim memberi tahu Anda bagaimana perasaan mereka, mereka akan sering melakukannya. Orang akan lebih terbuka," katanya.
"Maksud saya, saya ingin menjadi duta bagi orang-orang untuk menjadi diri mereka sendiri tidak peduli siapa Anda, dan merasa nyaman dengan diri Anda sendiri, percaya pada diri sendiri."
"Saya tidak ingin orang bersembunyi lagi. Tidak apa-apa untuk menjadi apa warna Anda, apa pun. Jadilah diri sendiri," tambah Kyrgios.
Pada hari Minggu lusa (10/07), Nick Kyrgios yang kini telah menjadi dirinya sendiri bisa menjadi atlet tunggal putra ke-16 Australia yang menjuarai Wimbledon.
Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari ABC News.
Baca Juga: Kyrgios Menunggu di Final Wimbledon, Djokovic Siap Hadapi Norrie di Semifinal
Berita Terkait
-
Jaringan PMI Ilegal ke Malaysia Terbongkar, 68 Orang Berhasil Diselamatkan
-
Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?
-
BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara
-
Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan
-
Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Tim Indonesia Siap Bungkam Aljazair, Kapten Fajar Wanti-wanti Mental Para Debutan
-
Tim Thomas Indonesia Waspadai Aljazair di Laga Perdana Piala Thomas 2026
-
Tim Indonesia Berharap Tuah Venue Kecil di Piala Thomas dan Uber 2026
-
Ortuseight Dorong Performa Atlet Lewat Inovasi Sepatu Hybrid dan Track Field
-
Jelang Debut di Piala Uber 2026, Febi Setianingrum: Tegang, Tapi Saya Yakin
-
Adaptasi Shuttlecock Cepat Jadi Fokus Tim Indonesia Jelang Piala Thomas & Uber 2026
-
Pelatih Jakarta Garuda Jaya Ungkap Kunci Kemenangan atas Samator
-
Jakarta Electric PLN Paksa Laga Penentuan, Tumbangkan Popsivo 3-2
-
Grand Final Proliga 2026: Garuda Jaya Paksa Samator Mainkan Leg Ketiga Usai Menang Tipis 3-2
-
Fokus Adaptasi, Tim Indonesia Mulai Jajal Lapangan Forum Horsens Malam Ini