Suara.com - Timnas bola basket Selandia Baru melangkah ke semifinal FIBA Asia Cup 2022 setelah mencatatkan kemenangan perdana atas Korea Selatan (Korsel) di turnamen itu dengan skor 88-78 dalam laga perempat final di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (21/7/2022).
Hasil itu jadi kemenangan pertama Selandia Baru atas Korsel dalam catatan pertemuan kedua tim di ajang Piala FIBA Asia. Pada 2017 lalu, Korsel menyapu bersih dua pertemuan, yakni di babak penyisihan grup serta laga perebutan tempat ketiga.
Flynn Cameron, yang juga putra pelatih kepala Pero Cameron, menjadi bintang kemenangan Selandia Baru lewat raihan 22 poin, sembilan rebound, dan delapan assist.
Takiula Fahrensohn menambahkan 16 poin dan tujuh rebound, Tohi Smith-Milner mencetak 14 poin, sedangkan Sam Timmins berkontribusi lewat 14 rebound yang diamankannya.
Bagi Korsel pemain naturalisasi Ra Gun-ah kembali jadi motor utama dengan catatan dwiganda 19 poin dan 14 rebound, disusul Kim Jong-kyu yang mencetak 13 poin.
Kapten Lee Dae-sung dan forward Choi Jun-yong sama-sama menyumbang 11 poin, tapi keduanya tidak bisa menuntaskan permainan karena diusir wasit sebelum waktu penuh.
Kemenangan atas Korsel mengantarkan Selandia Baru melangkah ke semifinal dan akan menantang juara bertahan Australia yang sudah melangkah lebih dulu setelah melewati Jepang di pertandingan lebih dini.
Dua tripoin beruntun dari Cameron dan Smith-Milner membuat Selandia Baru melunasi defisit empat poin di awal laga. Mereka lantas merangsek menciptakan marjin keunggulan dua digit dalam kedudukan 16-6 lewat tripoin Jordan Hunt pada sisa empat menit 25 detik kuarter pertama.
Tampil di bawah derasnya penonton Indonesia yang menjelma jadi suporter Korsel, mereka berjuang keras membayar dukungan itu dan mampu memangkas jarak ketertinggalan menjadi 23-26 saat kuarter pertama berakhir.
Baca Juga: Gagal Bawa Indonesia ke Babak Delapan Besar FIBA Asia Cup 2022, Perbasi Masih Percaya Milos Pejic
Korsel membuka kuarter kedua dengan tripoin Ra yang membuat kedudukan imbang 26-26, tapi Selandia Baru segera menjawabnya dengan sebuah alley-oop dunk Sam Timmins memanfaatkan umpan Cameron demi merestorasi keunggulan 28-26.
Setelah menempel ketat Selandia Baru, Korsel untuk pertama kalinya berbalik unggul 34-32 ketika Ra menghempaskan dunk pada sisa waktu empat menit 31 detik kuarter kedua buah umpan Choi Jun-yong yang sebelumnya mencuri bola dari penguasaan lawan.
Sesudah itu pertandingan diwarnai empat kali perpindahan kepemimpinan skor, termasuk ketika Lee Dae-sung mencuri bola di area pertahanan Selandia Baru untuk menyeploskan layup mudah dan membawa Korsel memimpin 41-39 pada sisa waktu satu menit 14 detik kuarter kedua.
Momentum Korsel berlanjut dan Kee Woo-suk melakukan sebuah steal penting lain sebelum menyeploskan layup yang membawa timnya menutup paruh pertama dengan keunggulan 46-40 atas Selandia Baru.
Kendati mengawali kuarter ketiga secara baik untuk menjaga marjin keunggulan enam poin dalam kedudukan 54-48, Korsel mendapat kerugian besar ketika sang kapten Lee Dae-sung diusir wasit karena melakukan technical foul keduanya.
Dengan situasi yang tak ideal itu, Korsel dipaksa bersusah payah menjaga marjin keunggulan yang raib ketika Smith-Milner melesakkan tripoin buzzer-beater untuk Selandia Baru demi menutup kuarter ketiga dalam kedudukan imbang 60-60.
Berita Terkait
-
Detik-detik Menegangkan Bek Korsel Dievakuasi dari Iran Usai Serangan AS-Israel Serangan AS-Israel
-
Disney+ Dilaporkan Susun Jadwal Tayang Knock-Off, Kim Soo Hyun Comeback?
-
I.O.I Dipastikan Comeback Rayakan 10 Tahun Debut, Siap Rilis Album Baru dan Gelar Tur Konser Asia
-
Belajar dari Vonis Seumur Hidup Yoon Suk Yeol: Hukum Mengalahkan Kekuasaan
-
Once We Were Us: Romansa, Penyesalan, dan Realitas yang Memisahkan
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
UBL Dukung Atlet Berprestasi Lewat Beasiswa, Ada Penggawa Timnas Futsal Indonesia
-
Satria Muda Menang Besar di Bandung Arena, Djordje Jovicic Soroti Kunci Kemenangan
-
Lolos 16 Besar All England 2026, Rian Ardianto Kasih Petuah ke Rahmat Hidayat
-
Marc Marquez Masuk Nominasi Laureus World Sportsman of the Year 2026, Bersaing dengan Alcaraz
-
Daftar Atlet Pelatnas Panjat Tebing 2026, Ada Veddriq Leonardo hingga Rajiah Salsabillah
-
Daftar Lengkap Tim Pelatnas Panjat Tebing Indonesia 2026, Persiapan Menuju Asian Games 2026
-
All England 2026: Tanpa Beban, Tiwi/Fadia Tembus Babak Kedua
-
All England 2026: Jonatan Christie Soroti Shuttlecock yang Lumayan Berat
-
All England 2026: Singkat Wakil India, Alwi Farhan Tunjukkan Status Unggulan Bukan Jaminan
-
Searah Menpora Erick, Taufik Hidayat Tegas: Pelecehan Seksual Rusak Integritas Olahraga