Suara.com - Pencinta bulu tangkis Indonesia kembali dibuat geger lantaran baru-baru ini pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan disebut sebagai wakil India di ajang French Open 2022.
Momen ini terjadi ketika Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan tengah bersiap untuk menghadapi wakil China Taipei, Lee-Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan pada babak 32 besar French Open 2022.
Pada pertandingan yang berlangsung di Stade Pierre de Coubertin, Paris, Selasa (25/10/2022) itu, Hendra/Ahsan yang hendak memasuki lapangan pertandingan disebut oleh pihak announcer sebagai wakil asal India.
“Drama pertukaran Negara masih dilanjut. The Daddies from India,” tulis akun TikTok Almasrifda123, Selasa (25/10/2022).
“Kemarin cosplay ke Malaysia, hari ini ke India. Besok apa lagi?” balas akun TikTok Liora_ghanyfia.
Selain kesalahan penyebutan negara tersebut, Hendra/Ahsan juga harus mengalami nasib pahit karena tersingkir pada babak pertama French Open 2022.
Mereka kandas di tangan Lee/Yang dengan dua set langsung, 16-21 dan 21-23. Pertandingan antara kedua kubu ini berlangsung selama 34 menit.
Sebetulnya, kesalahan pihak panitia penyelenggara menyebut pebulu tangkis Indonesia bukan pertama kali ini terjadi.
Pembawa acara Denmark Open 2022 blunder besar saat penyebutan negara asal dua ganda dari Indonesia, yakni Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Keduanya disebut dari Malaysia.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia Junior 2022: Ganda Putri Indonesia Masih Sempurna
Momen ini viral di media sosial, terutama Twitter. Terlihat dalam sebuah video, Fajar/Rian dan Kevin/Marcus tengah berada di panggung. Keduanya tampak hendak akan naik ke podium dengan menunggu arahan dari pembawa acara.
Namun, saat penyebutan negara asal. Fajar/Rian dan Kevin/Marcus bukannya disebut berasal dari Indonesia oleh pembawa acara. Keduanya malah disebut dari negara lainnya, yakni Malaysia.
Sontak Fajar/Rian dan Kevin/Marcus sempat bingung dengan apa yang dikatakan oleh pembawa acara. Namun, keduanya tetap naik ke podium untuk menerima penghargaan.
Menyadari kesalahan tersebut, Federasi Badminton Denmark kemudian menyampaikan permintaan maaf. Hal ini disampaikan melalui akun Twitter dan Instagram resmi mereka.
"Selamat untuk Fajar Alfian dan Muhammad Rian. Kami benar-benar minta maaf atas kesalahan dalam pengumuman," tulis Federasi Bulutangkis Denmark.
"Fajar Alfian/Muhammad Ardianto dan Marcus Gideon/Kevin Sukamuljo tentunya dari INDONESIA! Kita tahu itu," lanjutnya.
Berita Terkait
-
Perang AS-Iran, PBSI Pastikan Tim Indonesia Tetap Berangkat ke Swiss Open 2026
-
PBSI Beberkan Revolusi Baru BWF: Transformasi Besar Bulu Tangkis Global
-
Menggiurkan! BWF Ubah Aturan Bulu Tangkis: Jadwal Makin Padat, Hadiah Tembus Rp452 M
-
Libas Malaysia 3-2, Indonesia Keluar sebagai Juara Grup D BATC 2026
-
Seleknas PBSI 2026: Intip Daftar Lengkap Calon Bintang Baru Pelatnas Cipayung
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar